ASDP Kerahkan Dua Kapal Urai Kepadatan Ketapang-Gilimanuk

oleh -30 Dilihat
oleh
ASDP Kerahkan Dua Kapal Urai Kepadatan Ketapang-Gilimanuk
KMP Jatra 1 dijadwalkan datang pada Selasa (8/9/2026)
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan dua kapal untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus mengurai kepadatan kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali.

Dua armada yang digerakkan yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink 0. Keduanya telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9/2026) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9/2026). Setelah tiba, KMP Jatra I akan memperkuat layanan lintasan Ketapang-Gilimanuk, sedangkan KMP Portlink 0 disiapkan melayani lintasan Tanjung Wangi-Lembar melalui Pelabuhan Gili Mas.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan optimalisasi armada tersebut menjadi bagian dari langkah operasional untuk mempercepat pergerakan kendaraan sekaligus menjaga konektivitas Jawa-Bali tetap berjalan.

Menurut Heru, kepadatan kendaraan berdampak langsung terhadap waktu perjalanan dan kenyamanan pengguna jasa. Karena itu, ASDP melakukan mitigasi secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada serta aspek keselamatan pelayaran.

Berdasarkan pemantauan Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di sisi Ketapang mencapai sekitar tiga kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Terminal Sri Tanjung. Sementara dari arah Pelabuhan Gilimanuk, antrean tercatat sekitar 1,6 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Masjid Gilimanuk.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap kapasitas layanan masih cukup tinggi. Penambahan armada menjadi salah satu instrumen ASDP untuk memperbesar daya angkut dan mempercepat perputaran kendaraan, namun efektivitasnya tetap bergantung pada kesiapan dermaga, kondisi lalu lintas darat, cuaca, serta keselamatan pelayaran.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menjelaskan, ASDP bersama regulator, termasuk KSOP dan BPTD, terus mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi setiap hari. Pola operasi kapal bahkan dapat mencapai hingga delapan trip guna memaksimalkan kapasitas yang tersedia.

Data pergerakan kendaraan memperlihatkan tingginya aktivitas pada lintasan tersebut. Dalam periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, sebanyak 36.218 kendaraan dan 7.197 penumpang telah diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang. Dari Pelabuhan Gilimanuk, tercatat 33.810 kendaraan dan 4.213 penumpang berhasil diseberangkan.

ASDP menyatakan evaluasi operasional akan terus dilakukan agar kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penguraian antrean tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Bagi masyarakat dan pelaku logistik, kelancaran lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi krusial karena jalur tersebut merupakan salah satu penghubung utama mobilitas orang dan distribusi barang antara Jawa dan Bali. Karena itu, penanganan kepadatan tidak hanya menyangkut antrean kendaraan, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi logistik antarpulau.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.