JAKARTA, Garudasatunews.id – Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia dinilai masih tertinggal dibandingkan rata-rata global, memicu kekhawatiran terhadap kesiapan tenaga kerja menghadapi disrupsi teknologi yang semakin cepat.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengingatkan rendahnya adopsi AI menjadi sinyal serius bahwa transformasi dunia kerja tidak berjalan seimbang dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Kuncinya bukan hanya pada teknologinya, tetapi bagaimana kita membekali SDM agar siap. Pekerja harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan terus berkembang,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-VIII PT Pupuk Kalimantan Timur di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ia menegaskan, tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak lagi sebatas perlindungan hak normatif, tetapi juga menyangkut kesiapan kompetensi pekerja menghadapi perubahan berbasis teknologi. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara perkembangan industri dan kesiapan tenaga kerja.
Yassierli juga menyoroti peran serikat pekerja yang dinilai belum optimal dalam mendorong peningkatan kapasitas anggotanya. Menurutnya, serikat pekerja harus bertransformasi menjadi aktor strategis dalam pengembangan kompetensi, bukan sekadar terlibat dalam penyelesaian konflik hubungan industrial.
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru disepakati diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen nyata dalam mendorong peningkatan kualitas SDM agar mampu bersaing di era digital.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur, Gusrizal, menyebut pengesahan PKB tersebut sebagai upaya memperkuat kepastian hukum dan menjaga stabilitas hubungan industrial.
Namun, di tengah pesatnya perkembangan AI, langkah tersebut dinilai belum cukup tanpa strategi konkret dalam peningkatan keterampilan digital pekerja secara masif dan terukur.
Kondisi ini menjadi peringatan bahwa tanpa percepatan adaptasi dan investasi serius pada pengembangan SDM, Indonesia berisiko semakin tertinggal dalam kompetisi global berbasis teknologi. (Red-Garudasatunews)
















