DBHCHT 2026 Ponorogo Buka Peluang Kerja, 149 Peserta Mandiri

oleh -21 Dilihat
oleh
DBHCHT 2026 Ponorogo Buka Peluang Kerja, 149 Peserta Mandiri
DBHCHT 2026 Ponorogo Buka Peluang Kerja, 149 Peserta Mandiri
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai menunjukkan dampak terhadap peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Dari 208 peserta yang mengikuti program pelatihan kerja melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo, sebanyak 149 orang tercatat telah bekerja maupun menjalankan usaha mandiri.

Capaian tersebut terdiri atas 53 peserta yang berhasil memasuki dunia kerja dan 96 peserta yang memilih berwirausaha. Sementara itu, satu peserta melanjutkan pendidikan dan peserta lainnya masih dalam proses mencari pekerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Ponorogo, Henry Indrawardana, menjelaskan bahwa sekitar 71 persen peserta pelatihan telah terserap ke dunia kerja atau memiliki usaha sendiri.

Menurutnya, program yang dibiayai melalui DBHCHT tersebut tidak sekadar memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja dan membuka alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat.

Sejumlah bidang keterampilan yang telah diberikan meliputi tata rias atau make-up artist (MUA), tata busana, pemasaran digital (digital marketing), kerajinan batik, hantaran pernikahan, kerajinan kayu, pengelolaan hasil pertanian hingga pembuatan konten digital.

Seleksi Peserta Jadi Perhatian

Tingginya minat masyarakat terhadap program peningkatan kompetensi membuat Disnaker Ponorogo menerapkan seleksi peserta. Setiap paket pelatihan dibatasi maksimal 16 orang agar proses pembelajaran berjalan optimal dan sesuai kebutuhan standar kompetensi.

Henry mencontohkan tingginya peminat pada pelatihan barista. Tercatat sekitar 80 orang mendaftar, sedangkan kuota yang tersedia hanya 16 peserta.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas proses penerimaan, Disnaker melibatkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) terakreditasi dalam proses seleksi.

Langkah tersebut diharapkan memastikan peserta yang terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan program dan mampu mengikuti pelatihan secara maksimal.

Pelatihan Baru Dibuka Menjelang Akhir 2026

Memasuki penghujung 2026, Disnaker Ponorogo kembali menyiapkan sejumlah program pelatihan keterampilan yang dibiayai melalui DBHCHT.

Program tersebut mencakup dua paket pelatihan digital marketing, tata busana, barista, batik, pekerja domestik, serta animasi digital.

Pembukaan pelatihan lanjutan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses peningkatan kompetensi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan peluang kerja dan pengembangan usaha.

Akuntabilitas Anggaran Harus Sejalan dengan Hasil

Capaian 149 peserta yang telah bekerja dan berwirausaha menjadi salah satu indikator penting dalam mengevaluasi manfaat penggunaan DBHCHT di sektor ketenagakerjaan.

Namun, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan maupun persentase penyerapan kerja. Keberlanjutan usaha, kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar, serta perkembangan pendapatan peserta juga menjadi aspek penting untuk diperhatikan.

Karena itu, pemantauan pascapelatihan dan evaluasi berkala diperlukan agar anggaran publik yang bersumber dari DBHCHT benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Pemkab Ponorogo melalui Disnaker berharap program perlindungan sosial dan peningkatan keterampilan tersebut dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh perlindungan terhadap risiko pekerjaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pekerjaan maupun usaha mandiri.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.