Wali Kota Mojokerto Serukan Perang Bersama Lawan Narkoba

oleh -37 Dilihat
oleh
Wali Kota Mojokerto Serukan Perang Bersama Lawan Narkoba
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menghadiri kegiatan Penguatan Peran Satlinmas di Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah menegaskan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tidak akan berjalan efektif apabila hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi faktor utama memutus rantai peredaran narkotika yang terus berkembang.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat menghadiri kegiatan penyuluhan P4GN yang digelar di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Dalam kesempatan itu, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menyoroti ancaman serius peredaran narkoba yang kini semakin masif seiring terbukanya akses informasi di era digital.

Menurutnya, narkotika merupakan ancaman nyata yang tidak memiliki manfaat positif dan justru menjadi pintu masuk berbagai persoalan sosial yang merusak kehidupan masyarakat secara luas.

“Narkoba tidak memiliki sisi positif. Selain merusak kesehatan karena menyebabkan ketergantungan, juga menghancurkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Bahkan bisa mendorong pelaku melakukan tindak kriminal untuk memenuhi kebutuhannya,” tegas Ika Puspitasari, Senin (22/6/2026).

Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh bersikap pasif ketika menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar. Peran warga dinilai sangat penting dalam mendeteksi dini sekaligus membantu aparat melakukan langkah pencegahan lebih cepat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengguna narkoba akan diarahkan menjalani rehabilitasi sesuai mekanisme yang berlaku, sedangkan pihak yang terbukti menjadi bagian dari jaringan peredaran gelap akan diproses secara hukum tanpa pengecualian.

“Masyarakat perlu terus diberikan pemahaman secara berkelanjutan mengenai bahaya narkotika. Kita harus menjaga keluarga dan lingkungan masing-masing. Jika ada tanda-tanda penyalahgunaan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto, Damar Bastiar Amarapit, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Mojokerto yang secara konsisten menjalankan program edukasi anti narkoba hingga menjangkau tingkat kelurahan.

Ia menegaskan bahwa peredaran gelap narkotika bukan sekadar persoalan individu, tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius yang berpotensi merusak struktur sosial, ekonomi masyarakat, hingga mengganggu ketahanan nasional.

“Tidak hanya pada individu tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, hingga ketahanan bangsa. Kita lakukan apa yang kita bisa dulu. Mulai dari kelurahan kita masing-masing. Jika setiap kelurahan kuat, maka kecamatan kuat, dan jika kecamatan kuat maka kota dan daerah akan kuat,” ungkapnya.

Melalui penyuluhan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto bersama BNN berharap kesadaran publik terhadap bahaya narkotika semakin meningkat, sekaligus memperkuat sistem pengawasan berbasis masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.