45 Klinik Haji Disiapkan, Sistem Rujukan Diperketat

oleh -18 Dilihat
oleh
45 Klinik Haji Disiapkan, Sistem Rujukan Diperketat
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo.
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan 45 klinik kesehatan di Makkah dan Madinah untuk musim haji 1447 H/2026 M, sebagai respons atas kebijakan baru otoritas Arab Saudi terkait rasio minimal layanan medis bagi jemaah. Langkah ini sekaligus menjadi indikator kesiapan pemerintah dalam menjawab tantangan kesehatan haji yang kian kompleks.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, mengungkapkan bahwa 40 klinik ditempatkan di 10 sektor wilayah Makkah, sementara 5 klinik lainnya tersebar di 5 sektor Madinah. Selain itu, masing-masing kota juga dilengkapi satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang beroperasi penuh sebagai pusat rujukan utama.

“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal,” ujar Liliek, Senin (30/03/2026).

Namun, kesiapan fasilitas tidak hanya diukur dari jumlah. Pemerintah tahun ini menerapkan sistem rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit atau severity level. Skema ini dirancang untuk memastikan keputusan medis lebih cepat dan tepat, sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan penanganan.

Petugas kesehatan kloter kini dibekali panduan klinis terukur untuk menentukan apakah jemaah cukup ditangani di fasilitas internal atau harus segera dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Kebijakan ini dinilai krusial mengingat tingginya risiko penyakit pada jemaah dengan kondisi tertentu.

“Pendekatan severity level ini penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” jelas Liliek.

Dalam aspek pengawasan, operasional layanan kesehatan haji berada di bawah supervisi Saudi German Hospital, penyedia layanan kesehatan swasta terakreditasi. Keterlibatan pihak eksternal ini menunjukkan adanya pengetatan standar layanan, sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap kualitas layanan kesehatan haji sebelumnya.

Distribusi logistik medis juga diatur berjenjang. Obat-obatan disalurkan dari KKHI di Makkah dan Madinah langsung ke tenaga kesehatan kloter yang bertugas di hotel jemaah, guna memastikan ketersediaan obat tetap terjaga selama operasional berlangsung.

Menjelang keberangkatan, calon jemaah diimbau memperkuat kesiapan fisik dan mental. Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), olahraga rutin, serta asupan nutrisi seimbang menjadi faktor penting dalam menekan risiko gangguan kesehatan di Tanah Suci.

Selain itu, jemaah diminta menjaga kualitas istirahat dan stabilitas mental selama menjalankan ibadah. Bagi jemaah dengan penyakit penyerta, kepatuhan terhadap konsumsi obat menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar.

Pendekatan kesehatan ini dipadukan dengan kesiapan spiritual, sebagai bagian dari strategi menyeluruh agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.