150 Ojol Surabaya Dapat BBM Gratis

oleh -26 Dilihat
oleh
150 Ojol Surabaya Dapat BBM Gratis
Menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang diperingati pada 31 Mei 2026 mendatang, dua komunitas sosial di Surabaya bersinergi menggelar program sosial dengan sasaran pengemudi ojek online (ojol), Sabtu (16/5/2026).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, dua komunitas sosial di Surabaya menyalurkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) gratis kepada 150 pengemudi ojek online (ojol), Sabtu (16/5/2026). Program sosial tersebut menyasar pengemudi ojol lanjut usia hingga penyandang disabilitas yang dinilai terdampak tekanan ekonomi dan tingginya biaya operasional harian.

Bantuan digelar melalui kolaborasi Komunitas Sahabat Surga dan Komunitas Tolong Menolong (KTM). Sebanyak 110 pengemudi ojol menerima pengisian langsung 2 liter BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina 51.601.77 kawasan Diponegoro, Surabaya. Sementara sisanya memperoleh bantuan uang tunai Rp20 ribu untuk pembelian BBM di sejumlah titik mangkal ojol.

Founder sekaligus Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap para pekerja sektor informal yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk mencari nafkah.

“Kami ingin ikut membantu para pengemudi ojol yang saat ini menghadapi beban ekonomi semakin berat. Setidaknya bantuan BBM ini bisa sedikit meringankan pengeluaran mereka,” ujar Daniel.

Daniel yang juga berprofesi sebagai driver taksi online menilai kondisi pengemudi ojol saat ini masih jauh dari sejahtera. Tingginya potongan aplikasi dan biaya operasional harian disebut menjadi persoalan yang terus dikeluhkan para pengemudi.

Sementara itu, Founder Komunitas Sahabat Surga, Nur Ufia Prihandini, menjelaskan penerima bantuan diprioritaskan bagi pengemudi ojol Generasi X serta penyandang disabilitas seperti tuna daksa, tunarungu, dan tunawicara.

“Mereka tetap bekerja melayani pelanggan meski usia tidak muda lagi dan sebagian memiliki keterbatasan fisik. Ini bentuk penghargaan atas perjuangan mereka,” kata perempuan yang akrab disapa Bunda Dini tersebut.

Selain program BBM gratis, komunitas tersebut juga menjalankan program Warung Makan Berkah yang digelar rutin dua kali setiap bulan di kawasan sekitar Terminal Joyoboyo. Melalui program itu, masyarakat cukup membayar Rp2 ribu untuk mendapatkan makanan lengkap.

Di tengah kegiatan sosial tersebut, sejumlah pengemudi ojol mengaku bantuan BBM sangat membantu di tengah pendapatan yang dinilai tidak menentu.

Peni Handajani (56), pengemudi ojol perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal dunia, mengaku harus berhemat demi membiayai kebutuhan anak-anaknya yang masih sekolah.

“Pendapatan sekarang makin berat untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan seperti ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Sutami (55) yang harus membiayai tiga anak, dua di antaranya berkebutuhan khusus. Ia berharap perhatian terhadap nasib pengemudi ojol tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.

“Potongan aplikator masih besar, sementara yang dijanjikan potongan 8 persen belum kami rasakan,” katanya.

Pengemudi ojol lainnya, Marsiti (55), juga berharap program bantuan serupa dapat dilakukan secara rutin. Dengan pendapatan mingguan yang terbatas, ia mengaku masih harus tinggal di rumah kos karena belum mampu memiliki rumah sendiri.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.