Peternak Tulungagung Tolak Investor Asing Telur

oleh -6 Dilihat
oleh
Peternak Tulungagung Tolak Investor Asing Telur
Ribuan butir telur ayam dibagikan secara gratis oleh Asosiasi Peternak Rakyat Tulungagung.
banner 468x60

TULUNGAGUNG, Garudasatunews.id – Ribuan butir telur ayam dibagikan gratis oleh Asosiasi Peternak Rakyat Tulungagung sebagai bentuk protes atas mencuatnya wacana masuknya investor asing ke bisnis perunggasan nasional di tengah anjloknya harga telur yang merugikan peternak lokal.

Aksi pembagian telur berlangsung di kawasan titik 0 Kilometer Tulungagung, Sabtu (16/5/2026). Sedikitnya 5.000 butir telur dibagikan kepada masyarakat yang melintas sebagai simbol kekecewaan peternak terhadap kondisi pasar yang dinilai semakin tidak berpihak kepada peternak rakyat.

Koordinator aksi, Abdul Kholiq, mengatakan aksi tersebut dipicu isu masuknya investor asing setelah delegasi industri telur asal China melakukan penjajakan investasi di Indonesia dan diterima oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

“Kami melakukan aksi bagi-bagi telur gratis sebanyak 5.000 butir sebagai bentuk kekecewaan peternak ayam telur di Tulungagung,” ujar Abdul Kholiq.

Menurutnya, kondisi peternak saat ini semakin tertekan akibat harga telur ayam yang terus merosot sejak Hari Raya Idul Fitri 2026. Harga telur di tingkat peternak kini berada di kisaran Rp21 ribu per kilogram, jauh di bawah harga ideal yang dinilai mampu menutup biaya produksi.

“Harga telur sekarang Rp21 ribu dari harga normal Rp25 ribu. Ini membuat peternak merugi dan menjadi masalah di daerah,” katanya.

Peternak menilai rencana masuknya investor asing berpotensi memperburuk kondisi usaha peternakan rakyat yang saat ini tengah terpukul akibat rendahnya harga jual di pasaran.

Kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan investor asing memasok kebutuhan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya diharapkan menjadi peluang pasar bagi peternak lokal.

“Program MBG sebenarnya sangat membantu peternak ayam petelur. Namun sejak muncul isu investor asing, permintaan telur dari peternak lokal untuk program tersebut mulai menurun,” ungkapnya.

Para peternak mendesak pemerintah agar lebih berpihak kepada peternak rakyat dengan menjaga stabilitas harga serta memperkuat penyerapan hasil produksi lokal dibanding membuka ruang investasi asing di sektor telur ayam nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.