
PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Didorong rasa jenuh akibat jalan rusak selama satu dekade yang tak kunjung tersentuh perbaikan, warga Dusun Kembang Dua, Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, mengambil langkah nekat yang inspiratif. Mereka bergotong-royong membangun jalan desa sepanjang 2,5 kilometer secara swadaya.
Aksi gotong-royong yang dimulai sejak 9 Juni 2026 ini masih terus berlanjut hingga kini. Tanpa upah sepeser pun, warga bahu-membahu menambang dan menggelar aspal demi memerdekakan dusun mereka dari akses jalan yang hancur.
Gadaikan BPKB Mobil Kiai demi Modal Awal :
Hingga akhir Juni 2026, warga berhasil merampungkan perbaikan sepanjang 400 meter dengan menelan biaya mencapai Rp133.100.000. Namun, ada cerita pengorbanan besar di balik angka tersebut.
Salah seorang warga setempat, Abd. Rohman, mengungkapkan bahwa modal awal pembangunan ini bersumber dari pinjaman bank yang dijaminkan oleh tokoh agama setempat.
“Modal awalnya Rp100 juta hasil meminjam ke Bank BRI. Jaminannya adalah BPKB mobil milik Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Ulum Sumber Baru Kembang Dua, KH. Moh. Sofiyullah Maklum. Beliau rela memberikan jaminan agar pembangunan jalan ini bisa segera dimulai,” ungkap Rohman, seperti dikutip mediajatim.com, 30/06/2026.
Merespons hal itu, KH. Moh. Sofiyullah Maklum membenarkan langkahnya. Ia mengaku tergerak oleh semangat membara warganya yang mendambakan jalan layak. Terkait pelunasan utang bank tersebut, Kiai Sofiyullah menyebut akan mengandalkan solidaritas publik.
”BPKB dijadikan jaminan ke Bank BRI. Pembayarannya akan dicicil bersama-sama dari hasil minta amal di jalan,” terang Sang Kiai.
Estimasi Anggaran Fantastis Capai Rp1,5 Miliar :
Target utama gerakan swadaya ini adalah memulihkan jalan sepanjang 2,5 kilometer. Dengan realisasi saat ini baru mencapai 400 meter, warga masih memiliki rapor panjang yang membutuhkan dana cukup besar.
Berdasarkan kalkulasi warga, perbaikan jalan sepanjang 400 meter saja sudah menghabiskan dana Rp133,1 juta. Jika proyek jalan sepanjang 2,5 kilometer ini dituntaskan secara mandiri hingga selesai, total kebutuhan anggaran diperkirakan bakal menembus angka Rp1,5 miliar. Semua proses pengerjaan ini murni mengandalkan tenaga gotong royong warga tanpa ada pekerja yang dibayar.
Respons Pemerintah Desa: Terbentur Efisiensi Dana Desa
Di sisi lain, Kepala Desa Palengaan Daya, Syamsul Arifin BA, memberikan klarifikasi terkait kondisi infrastruktur tersebut. Menurutnya, jalan di lokasi yang lama sebenarnya sudah pernah diperbaiki oleh pemerintah desa sekitar dua tahun lalu.
Terkait belum menyentuhnya anggaran desa untuk titik jalan yang saat ini dikerjakan warga, Syamsul mengaku pihaknya mengalami benturan kebijakan efisiensi anggaran dari pusat.
“Bukan kami tidak mau membantu, tetapi pemerintah desa saat ini mengalami keterbatasan anggaran akibat adanya kebijakan efisiensi dan pemotongan Dana Desa (DD),” pungkas Syamsul menutup keterangannya.
Meski diterpa keterbatasan dana dari pemdes, antusiasme warga Dusun Kembang Dua tidak surut. Proyek swadaya bernilai miliaran rupiah ini menjadi potret nyata kuatnya solidaritas warga dan tokoh masyarakat di tingkat akar rumput saat menanti fasilitas publik yang tak kunjung terealisasi.(red)














