BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), ke Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (18/7/2026), mengungkap potensi ekonomi lokal yang selama ini belum banyak dikenal di tingkat nasional. Dalam agenda tersebut, Zulhas menerima cinderamata berupa kerajinan batu marmer hasil produksi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Koncer Kidul.
Kepala Desa Koncer Kidul, Hendra Widodo, mengatakan cinderamata tersebut memicu respons spontan dari Zulhas yang mengaku baru mengetahui bahwa Kabupaten Bondowoso memiliki sumber daya batu marmer.
“Beliau sempat bertanya apakah benar Bondowoso memiliki marmer. Setelah saya jelaskan bahwa kerajinan tersebut merupakan hasil produksi BUMDes Desa Koncer Kidul, beliau memberikan apresiasi terhadap kualitas produknya,” ujar Hendra, Minggu (19/7/2026).
Menurut Hendra, BUMDes Koncer Kidul mengembangkan berbagai produk kerajinan berbahan dasar batu marmer, di antaranya asbak, meja, wastafel, hingga berbagai produk dekoratif lainnya. Seluruh produk tersebut memanfaatkan bahan baku marmer yang berasal dari kawasan perbukitan di Kecamatan Klabang, Bondowoso.
Pengelolaan sumber daya alam tersebut dinilai menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi lokal yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengolahan bahan mentah menjadi produk siap jual.
Pemerintah Desa Koncer Kidul menyebut pemasaran hasil kerajinan marmer tidak hanya menjangkau wilayah Bondowoso, tetapi juga telah dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Jawa hingga Bali. Jaringan pemasaran tersebut menunjukkan adanya permintaan pasar terhadap produk berbahan marmer asal Bondowoso.
Meski demikian, klaim bahwa kualitas batu marmer Bondowoso merupakan salah satu yang terbaik di Jawa Timur masih memerlukan dukungan data teknis maupun hasil kajian dari instansi berwenang agar dapat diverifikasi secara objektif sesuai prinsip akurasi dalam pemberitaan.
Pemerintah desa berharap kunjungan Menko Pangan dapat menjadi momentum untuk memperluas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor usaha berbasis desa. Dukungan kebijakan, pembinaan, serta perluasan akses pasar dinilai menjadi faktor penting agar BUMDes mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Pengembangan industri kerajinan berbasis marmer juga dinilai memiliki potensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong optimalisasi potensi sumber daya lokal apabila dikelola secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan tata kelola usaha yang baik.
Pemerintah desa berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMDes dapat mempercepat pengembangan industri kerajinan marmer sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi desa maupun daerah. Pemerintah juga diharapkan terus mendorong hilirisasi produk unggulan desa agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar yang lebih luas.
(Red-Garudasatunews)














