YPTA Surabaya Ungkap Tata Kelola Minim Birokrasi

oleh -22 Dilihat
oleh
YPTA Surabaya Ungkap Tata Kelola Minim Birokrasi
Pengurus Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya membeberkan strategi tata kelola institusi swasta yang efisien dan minim birokrasi dalam forum pendidikan tingkat nasional di Jakarta.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pengurus Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya memaparkan pola tata kelola institusi yang diklaim efisien dan minim birokrasi dalam forum nasional yang digelar Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) di Jakarta, akhir April 2026.

Dalam forum tersebut, Ketua Pengurus YPTA Surabaya J. Subekti secara terbuka mengungkap mekanisme internal yayasan yang menitikberatkan pada penyederhanaan struktur organisasi guna mempercepat pengambilan keputusan strategis di lingkungan kampus.

Langkah itu, menurut Subekti, sengaja dilakukan untuk menghindari hambatan administratif yang selama ini kerap memperlambat respons terhadap persoalan akademik maupun non-akademik di perguruan tinggi swasta.

“Rektor kami libatkan langsung sebagai peninjau agar seluruh pembahasan di tingkat yayasan diketahui secara terbuka. Ini bagian dari transparansi internal,” ujar Subekti, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan, YPTA menerapkan prinsip “miskin struktur, kaya fungsi” dengan memangkas jalur birokrasi berlapis. Model ini dinilai mampu mempercepat penyelesaian masalah sekaligus menjaga efektivitas organisasi.

Paparan tersebut memicu respons dari peserta forum. Sejumlah perwakilan kampus dari berbagai daerah, termasuk Medan, Jakarta, dan Jombang, secara aktif menggali lebih jauh soal konsistensi tata kelola yang diterapkan YPTA Surabaya.

Menjawab hal itu, Subekti menyebut kunci utama keberlanjutan institusi terletak pada konsistensi perencanaan jangka panjang yang adaptif terhadap perubahan tanpa menggeser arah kebijakan utama.

Selain tata kelola internal, isu kemitraan internasional juga menjadi sorotan. YPTA menilai kerja sama luar negeri harus menghasilkan dampak konkret bagi peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar relasi formal antar lembaga.

“Setiap kerja sama harus membawa manfaat nyata. Ilmu dari mitra luar harus bisa diadaptasi sesuai kebutuhan nasional,” tegasnya.

Di sisi lain, efisiensi anggaran juga dilakukan melalui optimalisasi sumber daya internal, termasuk dalam pembangunan infrastruktur kampus. YPTA memanfaatkan tenaga ahli internal untuk menekan biaya sekaligus memastikan pembangunan sesuai kebutuhan institusi.

Subekti juga menyoroti pentingnya pembentukan identitas kampus swasta berbasis nilai kebangsaan. Ia menilai penguatan karakter mahasiswa harus menjadi fondasi sebelum penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Akhlak, moral, dan karakter harus menjadi dasar utama pendidikan, baru kemudian diperkuat dengan ilmu dan manajemen,” ujarnya.

Strategi yang dipaparkan YPTA Surabaya dinilai sebagai model alternatif di tengah tantangan tata kelola perguruan tinggi swasta yang kerap terkendala birokrasi dan efisiensi anggaran. Forum tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan tinggi nasional.

Dalam kegiatan itu, YPTA Surabaya hadir dengan formasi lengkap, termasuk Sekretaris Anom Maruta, Bendahara Ontot Murwato, Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro, serta Direktur Umum dan SDM Eddy Wahyudi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.