Wukuf Arafah Tertib, Ning Lia Soroti Haji Ilegal

oleh -48 Dilihat
oleh
Wukuf Arafah Tertib, Ning Lia Soroti Haji Ilegal
Puncak ibadah haji, wukuf di Arafah, yang jatuh pada Selasa (26/5/2026), berlangsung tertib dan khidmat. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan, terutama dalam pengaturan alur pergerakan jemaah.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Puncak pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arafah yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) berjalan tertib dan khidmat. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi manajemen penyelenggaraan haji tahun ini yang dinilai mengalami peningkatan signifikan, khususnya dalam pengaturan arus mobilitas jemaah menuju lokasi wukuf.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia tersebut, kebijakan tegas Pemerintah Arab Saudi dalam menindak jemaah haji ilegal terbukti mampu menekan kepadatan arus transportasi menuju Arafah. Kondisi itu berdampak langsung pada kelancaran perjalanan jemaah dari hotel menuju area wukuf.

“Perjalanan menuju Arafah relatif tidak macet. Kebijakan penertiban haji ilegal terbukti efektif mengurangi kepadatan di titik-titik krusial,” ujar Ning Lia.

Ia juga menegaskan seluruh jemaah dapat tertampung di tenda-tenda yang telah disediakan, sehingga meminimalisasi potensi jemaah terlantar seperti yang kerap menjadi sorotan pada pelaksanaan haji di tahun-tahun sebelumnya.

Selain aspek mobilitas, Ning Lia turut menyoroti pelayanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia yang dinilai mengalami peningkatan kualitas. Distribusi makanan khas Nusantara yang dilakukan tepat waktu disebut menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi fisik jemaah di tengah cuaca ekstrem Arafah.

“Menu makanan yang disajikan sangat enak dan sesuai selera jemaah Indonesia. Petugas juga sangat sigap mendistribusikannya tepat waktu,” jelasnya.

Meski memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini, Ning Lia tetap mencatat adanya evaluasi terkait persepsi standar kebersihan makanan di kalangan sebagian jemaah. Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius agar edukasi mengenai higienitas makanan dapat dipahami secara merata sebelum maupun selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.