Wujudkan Pemerataan Pembangunan, Pemkab Sumenep Alokasikan Rp27,5 Miliar Anggaran Jalan 2026 untuk Wilayah Kepulauan.

oleh -34 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260928-WA0012

SUMENEP, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmen pemerataan pembangunan dengan mengalokasikan porsi terbesar anggaran jalan tahun 2026 untuk kawasan kepulauan. Dari total pagu Rp47,53 miliar, sebanyak 57,9 persen atau Rp27,53 miliar difokuskan untuk memperkuat infrastruktur di pulau-pulau terluar.

​Kebijakan ini merupakan instruksi langsung Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., untuk mengikis kesenjangan konektivitas antara wilayah daratan dan kepulauan.
​”Kami ingin memastikan masyarakat di kepulauan memperoleh perhatian yang sama. Alokasi anggaran 2026 yang lebih besar ini adalah bentuk keberpihakan nyata demi mendorong efisiensi distribusi barang, pergerakan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Bupati Fauzi, Minggu (27/9/2026).

​Data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep mencatat detail alokasi anggaran pembangunan jalan senilai Rp47.525.847.000 meliputi :
– ​Wilayah Kepulauan: Rp27.531.942.000
– ​Wilayah Daratan: Rp19.993.905.000 (untuk pembangunan & pemeliharaan)

​Kepala Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, menjelaskan bahwa arahan Bupati menitikberatkan pada kawasan yang memiliki urgensi kebutuhan tinggi.
​”Sesuai arahan Bapak Bupati, pembangunan tidak boleh terpusat di daratan saja. Tahun ini, kepulauan mendapatkan porsi lebih besar karena tantangan geografis dan kebutuhan infrastruktur yang tinggi,” ujar Eri.

​Sejumlah Proyek Strategis Utama :
– ​Kepulauan : Rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan (Kec. Kangayan), Jalan Laok Jang-Jang–Kolo-Kolo, serta pemeliharaan Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman (Kec. Arjasa).
– ​Daratan : Rekonstruksi Jalan Elak Daya–Mandala (Kec. Lenteng), Jalan Batuan–Matanair (Kec. Rubaru), dan pemeliharaan Jalan Pasar Ganding–Batu Ampar (Kec. Guluk-Guluk).

​Selain akses jalan, Pemkab Sumenep menggenjot infrastruktur penunjang di kepulauan. Di Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, kini tengah dibangun jembatan penghubung senilai Rp802 juta oleh CV Widuri Karya. Proyek yang dimulai sejak 17 Maret 2026 ini ditargetkan tuntas dalam 180 hari kalender.

​Pemkab juga memperbaiki drainase dan gorong-gorong di Kepulauan Sapudi yang kerap rusak tergerus usia dan beban tonase kendaraan. Dari target lokasi, lima unit gorong-gorong telah tuntas diperbaiki dan dua unit sisanya dalam tahap pengerjaan.
​”Sebagian besar gorong-gorong lama perlu ditingkatkan mutunya (upgrade) agar mampu menahan beban kendaraan yang meningkat. Seluruhnya diproses melalui anggaran pemeliharaan rutin,” pungkas Eri.

​Penguatan konektivitas ini diharapkan memperlancar rantai pasok hasil pertanian dan perikanan, mempermudah akses layanan publik, serta mengakselerasi perekonomian warga kepulauan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.