SURABAYA, Garudasatunews.id – PT Wismilak Inti Makmur Tbk kembali mencatatkan capaian baru di industri hasil tembakau nasional melalui peluncuran Wismilak Kretek Slim Klik (WKSK), produk yang diklaim sebagai kretek slim dengan teknologi capsulated flavor pertama di Indonesia. Inovasi tersebut memperoleh pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pionir pada kategorinya.
Pencapaian tersebut menjadi sorotan di tengah persaingan industri rokok yang semakin ketat dan perubahan preferensi konsumen terhadap produk dengan diferensiasi rasa maupun teknologi. Manajemen Wismilak menyebut inovasi sebagai strategi utama perusahaan dalam menjaga daya saing dan memperluas pasar.
Direktur PT Wismilak Inti Makmur Tbk, Krisna Tanimihardja, mengatakan peluncuran WKSK merupakan bagian dari upaya perusahaan merespons perkembangan tren pasar yang terus berubah. Menurutnya, riset terhadap kebutuhan konsumen menjadi dasar dalam pengembangan produk baru.
“Hadirnya Wismilak Kretek Slim Klik merupakan komitmen perusahaan dalam memperkuat nilai usaha melalui inovasi produk serta aktif merespons tren pasar. Kami mengamati tren dan preferensi pasar yang sangat dinamis beberapa tahun ini, terutama produk-produk dengan diferensiasi rasa maupun teknologi yang memberikan pengalaman yang berbeda,” ujar Krisna.
Sementara itu, Direktur Marketing PT Gelora Djaja, Yudhistira Eka Saputra, menegaskan bahwa tantangan ekonomi global tidak menghambat perusahaan untuk tetap menghadirkan produk yang diklaim memiliki standar kualitas tinggi bagi konsumen dewasa.
Menurut Yudhistira, perusahaan saat ini masih berfokus pada edukasi pasar terkait kategori baru capsulated flavor pada segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan karakteristik produk sekaligus mengukur tingkat penerimaan pasar terhadap inovasi yang dihadirkan.
“Kami sebagai Wismilak tetap harus berupaya untuk memperkenalkan kategori baru ini kepada masyarakat. Kami yakin pertumbuhannya akan positif ke depan,” katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, WKSK telah memperoleh tiga perlindungan paten yang mencakup aspek produk, proses kerja, dan alat produksi. Produk tersebut juga disebut sebagai penerapan pertama teknologi capsulated flavor pada segmen SKT di Indonesia.
Manajemen Wismilak menyatakan pengembangan WKSK merupakan hasil riset dan pengembangan berkelanjutan yang dilakukan untuk memastikan inovasi dapat diterima oleh konsumen dewasa. Klaim tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisi di tengah perubahan tren industri tembakau nasional.
Rekor MURI yang diraih WKSK juga disebut membuka peluang lahirnya inovasi produk baru pada masa mendatang. Perusahaan mengaku akan terus melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Pastinya dengan rekor MURI ini akan membuat peluang bahwa akan ada produk baru yang akan kami hadirkan ke depannya. Kami tetap melakukan research and development, karena yang kami ingin hadirkan adalah produk yang benar-benar sudah terbukti diterima dan berkualitas tinggi kepada para perokok dewasa,” ujar Yudhistira.
Di sisi lain, Direktur Operasional MURI, J. Ngadri, memberikan apresiasi terhadap langkah inovasi yang dilakukan perusahaan. Menurutnya, pemanfaatan paten dalam pengembangan produk industri menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional.
Peluncuran WKSK sekaligus menandai upaya transformasi produk kretek melalui penerapan teknologi baru tanpa meninggalkan karakteristik utama yang selama ini melekat pada industri kretek Indonesia. Namun demikian, efektivitas inovasi tersebut dalam mendorong pertumbuhan pasar dan kontribusinya terhadap kinerja perusahaan masih akan bergantung pada tingkat penerimaan konsumen serta perkembangan industri tembakau ke depan.
(Red-Garudasatunews)













