MALANG, Garudasatunews.id – Kelompok 38 FISIP Bakti Desa (FBD) Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan Dashboard Digital “Jendela Potensi Ngabab” sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis teknologi di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai potensi strategis desa dalam satu sistem informasi yang dapat diakses masyarakat dan calon pengunjung.
Program pengabdian kepada masyarakat itu berlangsung selama 1-30 Juli 2026 dengan melibatkan 19 mahasiswa lintas program studi FISIP UB. Tim menyusun sistem informasi terpadu yang memuat data sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agroindustri, kebudayaan, serta potensi pertanian dan peternakan yang dimiliki Desa Ngabab.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FBD UB Kelompok 38, Novy Setia Yunas, menjelaskan bahwa pengembangan dashboard dilakukan menggunakan pendekatan Participatory Community Development. Melalui metode tersebut, pemerintah desa dan masyarakat dilibatkan sejak tahap identifikasi kebutuhan, pengumpulan data lapangan, penyusunan konten digital, hingga pendampingan pengelolaan platform.
Menurut Yunas, dashboard tersebut disiapkan sebagai ekosistem digital yang memudahkan publik memperoleh informasi mengenai destinasi wisata, agenda budaya seperti Dworowati Lantern Festival, Kampung Batik Sebo, produk UMKM, potensi pertanian dan peternakan, serta berbagai aktivitas kemasyarakatan di Desa Ngabab.
Ia menambahkan, transformasi digital di tingkat desa tidak semata berfokus pada digitalisasi administrasi pemerintahan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan keterbukaan informasi publik, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi daerah melalui satu platform yang terintegrasi.
“Transformasi digital desa bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, menghubungkan berbagai potensi lokal, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Yunas dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Yunas menyebut inovasi tersebut juga menjadi implementasi konsep “Kampus Berdampak”, yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan inovasi berbasis riset dengan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain membangun sistem informasi, mahasiswa juga melakukan pengarsipan data, dokumentasi visual, kurasi informasi publik, serta memberikan pendampingan guna meningkatkan literasi digital aparatur desa dan masyarakat.
Ia berharap Dashboard Jendela Potensi Ngabab dapat menjadi contoh bagi desa lain yang ingin mengembangkan digitalisasi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Kepala Desa Ngabab, Amin Affandi, menyambut positif peluncuran dashboard tersebut. Menurutnya, platform digital itu menjadi sarana promosi sekaligus media untuk mengintegrasikan berbagai aset strategis desa ke dalam satu sistem informasi yang lebih tertata.
Amin menyatakan Desa Ngabab memiliki beragam potensi, mulai dari wisata edukasi pertanian dan peternakan, Kampung Batik Sebo, Dworowati Lantern Festival, hingga produk UMKM masyarakat. Kehadiran dashboard diharapkan dapat memperluas akses informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung pengembangan ekonomi desa melalui promosi yang lebih efektif.
Informasi dalam pemberitaan ini bersumber dari keterangan resmi para pihak yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat. Hingga berita ini diterbitkan, tidak terdapat informasi yang menunjukkan adanya sengketa atau keberatan dari pihak terkait terhadap pelaksanaan maupun pengembangan platform digital tersebut. (Red-Garudasatunews)














