Warga Karongan Sampang, Relakan Biaya Maulid Nabi demi Perbaiki Jalan Rusak.

oleh -48 Dilihat
oleh
banner 468x60

SAMPANG, Garudasatunews.id – Semangat gotong royong ditunjukkan oleh warga Dusun Karongan, Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang. Demi mempercepat perbaikan jalan rusak di wilayahnya, warga sepakat mengalokasikan sebagian biaya perayaan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW secara swadaya.

Langkah ini diambil menyusul terbatasnya anggaran desa yang belum mampu menuntaskan seluruh perbaikan infrastruktur jalan yang rusak secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir.

Penjabat (Pj.) Kepala Desa Tanggumong, M. Quraisy Asid, menjelaskan bahwa warga secara sukarela menyederhanakan acara perayaan dengan mengurangi jumlah undangan. Dana yang berhasil dihemat dari pengurangan konsumsi dan konsumsi tamu dialihkan langsung untuk membeli material perbaikan jalan.

“Yang biasanya mengundang 200 orang sekarang mengundang 100 orang. Yang biasanya 100 orang jadi 70 orang. Sisa biayanya dialokasikan untuk perbaikan jalan ini,” ujar Quraisy, dilansir Kabar Madura, Selasa (8/9/2026).

Menurut Quraisy, inisiatif swadaya masyarakat ini sangat membantu di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran Dana Desa. Di sisi lain, warga membutuhkan akses jalan yang layak dan aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Kerusakan jalan di Dusun Karongan sendiri mulai terjadi pascapandemi Covid-19 sekitar tahun 2021. Kerusakan yang semula berskala kecil terus meluas ke sejumlah titik.
“Terjadinya bertahap, tidak sekaligus. Dulu rusaknya hanya setengah meter sampai dua meter dengan jarak antar-kerusakan sekitar 30 hingga 50 meter,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Tanggumong telah mengalokasikan anggaran Dana Desa sekitar Rp200 juta untuk pengecoran jalan sepanjang 200 meter. Hingga kini, total jalan yang telah ditangani di Dusun Karongan mencapai 340 meter.

Guna melanjutkan sisa perbaikan, pemerintah desa memadukan pembiayaan swadaya warga dengan aksi gotong royong. Warga setempat diturunkan langsung sebagai tenaga kerja pengerjaan jalan, sementara material cor dibeli secara khusus demi menjamin kualitas konstruksi.
“Untuk pengerjaannya kami memberdayakan tenaga masyarakat, sedangkan material corannya kami beli agar kualitasnya tetap terjaga,” tambah Quraisy.

Proses pengerjaan jalan berlangsung selama dua hari. Setelah tahap pengecoran selesai, akses jalan ditutup sementara selama tiga hari untuk memastikan beton mengering sempurna sebelum kembali dilintasi kendaraan.

Quraisy berharap aksi gotong royong dan ketulusan warga Karongan ini dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi keterbatasan anggaran pemerintah desa demi menghadirkan infrastruktur yang lebih baik. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.