Wanita Tewas di Rel, Dugaan Bunuh Diri Menguat

oleh -43 Dilihat
oleh
Wanita Tewas di Rel, Dugaan Bunuh Diri Menguat
Wanita Asal Wonokoyo Pasuruan Tewas Mengenaskan Terlindas KA Komuter
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Tragedi maut di perlintasan kereta api Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Senin (6/4) dini hari, mengungkap fakta memilukan sekaligus memunculkan dugaan kuat adanya unsur kesengajaan dari korban yang tewas mengenaskan usai tertabrak kereta komuter.

Peristiwa terjadi di jalur rel penghubung Surabaya–Probolinggo, tepatnya di kilometer 40+900. Warga dikejutkan dengan temuan potongan tubuh manusia yang berserakan di sekitar lokasi, memicu respons cepat aparat kepolisian dan tim evakuasi.

Petugas langsung melakukan sterilisasi area tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan jalur kereta sekaligus mempermudah proses identifikasi dan pengumpulan barang bukti. Langkah ini juga dilakukan guna menjaga kelancaran operasional kereta api yang melintas di jalur tersebut.

Kapolsek Beji, Kompol Sukiyanto, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan Kereta Api Komuterlane Supas yang tengah melintas dalam perjalanan rutinnya. “Penemuan mayat ini diduga akibat korban tertabrak kereta api di perlintasan Desa Gununggangsir,” ujarnya.

Namun, hasil olah TKP dan keterangan saksi mengarah pada indikasi yang lebih serius. Korban disebut sempat terlihat berjalan seorang diri di sekitar rel sebelum akhirnya diduga sengaja merebahkan diri tepat saat kereta melaju dengan kecepatan tinggi.

Identitas korban kemudian terungkap sebagai Alfidia Arofah (26), warga Dusun Sobo, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Kondisi jenazah mengalami luka parah di bagian kepala dan anggota tubuh akibat benturan keras dengan rangkaian kereta.

Evakuasi dilakukan menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk proses pemulasaraan jenazah sesuai prosedur. Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.

Insiden ini mengejutkan warga sekitar yang tengah memulai aktivitas pagi. Aparat sempat membatasi akses warga ke lokasi guna menghindari gangguan terhadap proses evakuasi dan perjalanan kereta lainnya di lintasan Porong–Bangil.

Hingga kini, penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan motif di balik kejadian tersebut, termasuk mendalami dugaan tindakan bunuh diri. Masyarakat diimbau untuk tidak berada di sekitar rel kereta api tanpa kepentingan mendesak mengingat tingginya risiko kecelakaan fatal di jalur tersebut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.