Wamenaker Apresiasi Produk Lokal Ternate Berkualitas Ekspor

oleh -28 Dilihat
oleh
Wamenaker Apresiasi Produk Lokal Ternate Berkualitas Ekspor
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat mengunjungi Fala Satu Putri di Jalan Pertamina 277, Tafure, Ternate Utara, Jumat (18/9/2026).
banner 468x60

TERNATE, Garudasatunews.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengapresiasi pengembangan produk pangan lokal yang dilakukan Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara. Melalui usaha rumahan Fala Satu Putri, bahan pangan lokal seperti kenari dan ikan diolah menjadi produk bernilai tambah, antara lain stik kenari, abon ikan tuna, dan abon ikan garo rica.

Apresiasi tersebut disampaikan Afriansyah saat mengunjungi Fala Satu Putri di Jalan Pertamina 277, Tafure, Ternate Utara, Jumat (18/9/2026). Usaha yang dikelola Maryani Ade bersama enam anggota kelompok itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

“Saya sangat apresiasi usaha produk lokal stik dan abon ini karena usaha yang diproduksi Bu Maryani ini memiliki kualitas ekspor,” ujar Afriansyah.

Fala Satu Putri mengembangkan stik kenari dalam enam varian rasa, yakni ikan tore, kenari, keju, pala, ubi ungu, serta bawang seledri. Produk tersebut dipasarkan dalam kemasan yang telah dilengkapi label halal.

Menurut Afriansyah, kualitas kemasan dan keberadaan label halal menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan produk untuk dipasarkan. Ia menyebut produk Fala Satu Putri telah layak diperjualbelikan sebagai salah satu pilihan oleh-oleh khas Ternate.

“Makanan ringan ini memiliki kemasan yang bagus, sudah dilengkapi label halal, dan sangat siap diperjualbelikan sebagai oleh-oleh khas bagi siapa saja yang berkunjung ke Ternate,” katanya.

Di balik apresiasi tersebut, pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk siap jual menunjukkan adanya upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas daerah. Kenari tidak berhenti sebagai bahan pangan, sementara hasil perikanan seperti tuna dan ikan garo dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Pengembangan produk lokal juga menjadi bagian dari dukungan Kementerian Ketenagakerjaan terhadap peserta TKM melalui pelatihan dan bantuan usaha. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu kelompok masyarakat mengembangkan kegiatan produktif secara berkelanjutan.

Namun, peluang menuju pasar yang lebih luas tetap membutuhkan penguatan pada sejumlah aspek, terutama kapasitas produksi, konsistensi mutu, legalitas, pengemasan, distribusi, serta pemasaran. Dengan demikian, label “berkualitas ekspor” yang disampaikan Wamenaker menjadi dorongan bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan standar produknya.

Maryani Ade menyambut kunjungan tersebut sebagai motivasi bagi kelompoknya. Ia berharap usaha Fala Satu Putri dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggota kelompok.

“Saya berharap semoga usaha ini menjadi lebih baik lagi dan bisa terus berkembang ke depannya,” kata Maryani.

Kunjungan Afriansyah turut didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara Marwan serta Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Maluku Utara Irnawati Dahman.

Pengembangan Fala Satu Putri memperlihatkan bagaimana potensi pangan lokal Ternate dapat diolah menjadi produk berciri khas daerah sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi tenaga kerja mandiri.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.