Waisak Jadi Momentum Perkuat Toleransi Mojokerto

oleh -50 Dilihat
oleh
Waisak Jadi Momentum Perkuat Toleransi Mojokerto
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra saat menghadiri peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026 di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) Tahun 2026 di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, menjadi momentum penguatan pesan toleransi, kerukunan, dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Mojokerto. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengajak umat Buddha dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni sosial serta memperkuat persatuan bangsa.

Kehadiran Bupati yang akrab disapa Gus Barra disambut para Bhikkhu, tokoh agama Buddha, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, Forkopimca Trowulan, serta ratusan umat Buddha yang mengikuti rangkaian perayaan Waisak di kawasan religi Maha Vihara Mojopahit.

Dalam sambutannya, Gus Barra menegaskan bahwa peringatan Waisak tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang refleksi terhadap nilai-nilai kebijaksanaan, pengendalian diri, cinta kasih, dan pengabdian kepada sesama yang diajarkan Sang Buddha Gautama.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha. Semoga peringatan Waisak tahun ini membawa kedamaian, kebahagiaan, kebijaksanaan, dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Gus Barra.

Mengusung tema “Menebar Cita, Menumbuhkan Perdamaian Dunia”, peringatan Waisak tahun ini dinilai menjadi pengingat penting bahwa ajaran Dharma tidak hanya dipahami sebagai nilai spiritual, tetapi juga sebagai landasan moral dalam membangun kehidupan yang jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.

Menurut Gus Barra, tantangan sosial yang terus berkembang menuntut seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan. Ia menilai semangat hidup rukun antarumat beragama merupakan modal sosial yang strategis dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Waisak. Kegiatan bakti sosial, pelayanan masyarakat, hingga kepedulian terhadap lingkungan disebut sebagai implementasi nyata ajaran Dharma yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain menjadi pusat perayaan keagamaan, kawasan Trowulan yang menyimpan jejak sejarah Kerajaan Majapahit turut memperkuat pesan persatuan dalam keberagaman. Warisan sejarah tersebut dinilai relevan sebagai pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui kehidupan yang damai, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan bersama.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lumbini sekaligus pengelola Maha Vihara Mojopahit, Rudy Budiman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam perayaan Waisak. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Rudy mengungkapkan bahwa perayaan Waisak tahun ini dihadiri umat Buddha dari berbagai daerah, di antaranya Mojokerto, Jombang, Kediri, Surabaya, Situbondo, serta sejumlah wilayah lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya semangat persaudaraan dan kebersamaan yang terus terjaga di kalangan umat Buddha.

Perayaan yang berlangsung khidmat tersebut sekaligus menjadi penguat pesan bahwa toleransi, kerukunan, dan harmoni antarumat beragama tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan masyarakat di Kabupaten Mojokerto.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.