MAKKAH, Garudasatunews.id – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi terus berlangsung. Memasuki hari ke-57 operasional penyelenggaraan ibadah haji, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memperketat pengawasan seluruh tahapan kepulangan jemaah dari Arab Saudi menuju Indonesia guna memastikan perjalanan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.
Laporan Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI dari Arab Saudi menyebutkan bahwa kesiapan layanan kepulangan terus diperkuat, mulai dari pemeriksaan dokumen, pengaturan transportasi menuju bandara, penanganan bagasi, hingga proses penerimaan jemaah di debarkasi tanah air.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaf, mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk meminimalkan hambatan selama proses pemulangan.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh jemaah memperoleh layanan terbaik pada setiap tahapan perjalanan pulang sehingga dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” kata Maria dalam keterangan pers di Makkah, Rabu (17/6/2026).
Kemenhaj RI juga kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi ketentuan penerbangan internasional, terutama larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin. Menurut Maria, pelanggaran terhadap aturan tersebut berpotensi menghambat proses pemeriksaan bagasi dan jadwal keberangkatan kloter.
“Petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh bagasi. Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka akan dikeluarkan sehingga berpotensi menghambat proses penanganan bagasi dan keberangkatan. Kami mengimbau jemaah untuk tidak membawa air zamzam tambahan di dalam koper. Air zamzam sudah disiapkan untuk jemaah dan akan diterima setibanya di Indonesia,” ujarnya.
Kemenhaj RI memberikan apresiasi kepada jemaah Indonesia yang dinilai telah menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi terhadap aturan barang bawaan selama proses pemulangan berlangsung.
Data operasional hingga hari ke-16 masa pemulangan mencatat sebanyak 107.989 orang telah tiba kembali di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 106.891 jemaah haji reguler dan 1.098 petugas yang tergabung dalam 275 kelompok terbang (kloter).
Rincian data menunjukkan pemulangan Gelombang I melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah telah memberangkatkan 266 kloter dengan total 104.308 orang, terdiri atas 103.246 jemaah dan 1.062 petugas.
Sementara itu, Gelombang II yang diberangkatkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah telah melayani 15 kloter dengan total 5.961 orang, terdiri dari 5.901 jemaah dan 60 petugas.
Di sisi lain, pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Tercatat sebanyak 179 kloter dengan total 69.399 orang, terdiri atas 68.683 jemaah dan 716 petugas, telah tiba di Madinah untuk mengikuti program Arbain.
Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jemaah yang telah kembali ke Indonesia untuk menjaga nilai-nilai kemabruran haji melalui perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Haji yang mabrur tidak berhenti saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Kemabruran harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian kepada sesama, semangat berbagi, akhlak yang baik, serta kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
(Red-Garudasatunews)











