Wabup Mimik Soroti Kualitas Rumah Pompa Jati

oleh -35 Dilihat
oleh
Wabup Mimik Soroti Kualitas Rumah Pompa Jati
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana saat meninjau proyek
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyoroti kualitas material dalam proyek perbaikan rumah pompa di Jalan Raya Jati, Kecamatan Sidoarjo, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (21/9/2026). Ia meminta pekerjaan tidak sekadar mengejar penyelesaian, tetapi memastikan konstruksi memenuhi standar dan dapat berfungsi optimal untuk mengantisipasi banjir.

Rumah pompa yang berada di seberang Lippo Plaza Sidoarjo tersebut menjadi salah satu infrastruktur penanganan banjir di kawasan Jati dan sekitarnya. Wilayah tersebut diketahui kerap mengalami genangan ketika hujan deras.

Dalam peninjauan bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Mimik menaruh perhatian khusus terhadap material yang digunakan untuk konstruksi. Ia meminta material yang dinilai tidak memenuhi standar, terutama pasir untuk bagian fondasi, segera diganti.

Sorotan tersebut berkaitan dengan kondisi tanah di lokasi yang memiliki kandungan air cukup tinggi. Material fondasi yang tidak sesuai spesifikasi dinilai berpotensi menimbulkan rembesan maupun kebocoran pada bangunan rumah pompa.

Mimik juga mempertanyakan kualitas campuran semen dan meminta seluruh pekerjaan mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Menurutnya, rumah pompa harus memiliki konstruksi kuat karena akan digunakan untuk menampung dan mengendalikan debit air dalam jumlah besar ketika curah hujan meningkat.

Selain kualitas konstruksi, persoalan sistem pembuangan air turut menjadi perhatian. Jalur pembuangan harus dipastikan mampu mendukung fungsi rumah pompa agar penanganan genangan di satu kawasan tidak justru menimbulkan persoalan baru di wilayah lain.

Kekhawatiran itu terutama berkaitan dengan kawasan Sidokare yang disebut memiliki kepadatan permukiman tinggi sehingga proses normalisasi sungai menghadapi keterbatasan ruang. Kondisi tersebut membuat perencanaan jalur pembuangan air menjadi bagian penting dari efektivitas proyek.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan perbaikan rumah pompa tersebut selesai sekitar tiga bulan atau paling lambat Desember 2026. Target waktu menjadi perhatian karena infrastruktur tersebut diharapkan sudah dapat mendukung mitigasi banjir saat musim hujan.

Mimik meminta pelaksana tidak mengabaikan kualitas demi mengejar waktu. Ia juga menegaskan, apabila terjadi keterlambatan pekerjaan, sanksi atau denda akan diberlakukan sesuai ketentuan kontrak.

Proyek ini menjadi sorotan karena keberadaan rumah pompa tidak hanya menyangkut penyelesaian pekerjaan konstruksi, tetapi juga efektivitas sistem pengendalian banjir. Dengan demikian, pengawasan terhadap mutu material, kesesuaian spesifikasi, ketepatan waktu, serta kesiapan jalur pembuangan menjadi faktor penting untuk memastikan anggaran dan pembangunan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berfungsi bagi masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.