BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan pasar untuk memastikan proses pekerjaan konstruksi berjalan sesuai tahapan. Salah satu perhatian dalam peninjauan tersebut adalah pemasangan paku bumi yang dipastikan tetap berjalan di tengah pelaksanaan pembangunan.
Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari pengawasan pemerintah daerah terhadap progres pembangunan fasilitas publik. Kehadiran langsung Wakil Bupati di lokasi menunjukkan bahwa pekerjaan konstruksi tidak hanya menjadi persoalan penyelesaian fisik, tetapi juga berkaitan dengan pengendalian pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana.
Pemasangan paku bumi menjadi tahapan penting dalam pekerjaan struktur bangunan karena berkaitan dengan sistem fondasi. Karena itu, keberlanjutan pekerjaan di lapangan menjadi salah satu indikator yang perlu dipantau untuk memastikan pembangunan dapat bergerak sesuai tahapan teknis yang telah ditetapkan.
Dalam sidak tersebut, Nurul Azizah memastikan pekerjaan pemasangan paku bumi tetap berjalan. Pengawasan semacam ini menjadi penting mengingat pembangunan pasar merupakan fasilitas yang nantinya bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, khususnya aktivitas perdagangan dan pelayanan terhadap pedagang.
Dari sisi pengawasan publik, progres pembangunan pasar juga perlu dilihat tidak hanya dari aktivitas pekerjaan di lapangan. Transparansi mengenai tahapan pekerjaan, spesifikasi teknis, jadwal pelaksanaan, serta penggunaan anggaran menjadi bagian penting yang dapat dipantau masyarakat sesuai prinsip keterbukaan informasi publik.
Sebelumnya, rencana pembangunan Pasar Kota Bojonegoro memang telah menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah. Pada akhir 2025, Pemkab Bojonegoro diketahui menyusun masterplan pembangunan Pasar Kota, Taman Bengawan Solo (TBS), dan Taman Rajekwesi dengan alokasi anggaran masing-masing Rp100 juta untuk penyusunan masterplan.
Dengan berlanjutnya pekerjaan fisik, perhatian berikutnya adalah memastikan pembangunan berlangsung sesuai dokumen perencanaan dan ketentuan teknis. Pemerintah daerah juga dituntut menjaga kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta akuntabilitas penggunaan anggaran agar fasilitas publik yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sidak Wakil Bupati tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa perkembangan pembangunan pasar mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Selanjutnya, masyarakat dapat ikut mengawasi perkembangan proyek melalui informasi resmi mengenai progres pekerjaan dan pertanggungjawaban pembangunan.
(Red-Garudasatunews)











