JEMBER, Garudasatunews.id — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Jember (Unej), Selasa (21/4/2026), mendapat sorotan setelah tiga peserta penyandang disabilitas mengikuti ujian tanpa kendala teknis berarti. Meski demikian, pengawasan integritas ujian tetap menjadi perhatian utama panitia.
Tiga peserta tersebut yakni Yogi Ardiansyah yang memilih Program Studi Teknologi Informasi, Muhammad Derbian Dwi Putra yang memilih Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Carissa Vania Artamevira yang mendaftar ke Program Studi Psikologi. Mereka menghadapi tantangan berbeda dalam mengerjakan soal, terutama pada aspek penalaran matematika dan pengetahuan kuantitatif.
Yogi mengaku sempat mengalami kesulitan pada bagian penalaran matematika, namun tetap optimistis mengejar cita-citanya menjadi dosen. Sementara Carissa menghadapi hambatan pada soal kuantitatif, dan Derbian tampil lebih percaya diri dengan target menjadi penulis, terinspirasi dari karya Tere Liye.
Di balik pengalaman peserta, pelaksanaan UTBK di Unej dinilai cukup adaptif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Panitia menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari penyesuaian ruang ujian, pendampingan petugas, hingga aksesibilitas menuju lokasi ujian.
Derbian menilai fasilitas yang tersedia membuatnya lebih fokus saat mengerjakan soal. Ia menyebut kondisi ruangan, pengaturan kursi, hingga perangkat komputer telah mendukung kenyamanan peserta.
Hal senada disampaikan Yogi yang menyoroti respons cepat petugas dalam membantu mobilitas peserta, termasuk penggunaan kursi roda. Menurutnya, pendampingan yang diberikan membuat peserta tidak merasa kesulitan selama mengikuti ujian.
Ketua Pusat UTBK Unej, Slamin, menyatakan bahwa selain memastikan kenyamanan peserta, pihaknya juga memperketat pengawasan untuk menjaga integritas ujian. Pengawasan dilakukan melalui verifikasi identitas serta pemantauan lalu lintas data secara real-time guna mendeteksi potensi kecurangan.
“Manajemen waktu menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran alur peserta. Hingga hari pertama pelaksanaan, tidak ditemukan indikasi kecurangan,” ujarnya.
Para peserta masih menunggu hasil pengumuman kelulusan. Namun, pelaksanaan UTBK di Unej kali ini dinilai menjadi indikator awal kesiapan perguruan tinggi dalam menyediakan layanan pendidikan inklusif yang lebih merata. (Red-Garudasatunews)
















