UT Siapkan Vokasi, Kesiapan Infrastruktur Dipertanyakan

oleh -40 Dilihat
oleh
UT Siapkan Vokasi, Kesiapan Infrastruktur Dipertanyakan
Direktur Sekolah Vokasi UT, Mohamad Yunus (kanan) menyampaikan kepada media rencana pembukaan tiga program studi vokasi
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Universitas Terbuka (UT) merencanakan pembukaan sekolah vokasi pada Mei 2027 dengan tiga program studi awal. Namun, kesiapan infrastruktur, tenaga pengajar, dan sistem praktikum menjadi sorotan karena belum dipaparkan secara rinci ke publik.

Direktur Sekolah Vokasi UT, Mohamad Yunus, menyatakan bahwa tahap awal akan dibuka tiga program studi, yakni Akuntansi Bisnis Digital, Teknologi Informasi, dan Manajemen Logistik. Program tersebut direncanakan berjalan serentak di seluruh jaringan layanan UT di Indonesia.

“Pembukaan ditargetkan mulai Mei 2027 dengan tiga prodi terlebih dahulu,” ujar Yunus, Senin (20/4/2026).

Meski demikian, belum ada penjelasan detail terkait kesiapan fasilitas praktik yang menjadi komponen utama pendidikan vokasi. Padahal, sistem vokasi mensyaratkan porsi praktik mencapai 60 hingga 70 persen dari total pembelajaran.

Yunus mengakui bahwa kurikulum yang disiapkan akan berbeda dengan program akademik reguler, dengan penekanan pada keterampilan teknis dan praktik lapangan. Mahasiswa juga diwajibkan mengikuti pembelajaran berbasis praktikum serta bimbingan intensif.

Namun, model implementasi praktikum—terutama untuk mahasiswa di daerah yang jauh dari pusat fasilitas—masih belum dijelaskan secara konkret. UT hanya menyebut akan mengombinasikan metode tatap muka dengan tutorial daring dan praktikum online.

Rencana ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pembelajaran vokasi berbasis jarak jauh, mengingat karakter pendidikan vokasi yang umumnya menuntut fasilitas fisik dan interaksi langsung dengan peralatan industri.

Selain itu, UT juga berencana menambah empat hingga lima program studi baru setelah tahap awal berjalan. Namun, belum ada kejelasan mengenai bidang studi tambahan maupun kajian kebutuhan pasar kerja yang mendasarinya.

Hingga kini, UT belum merilis rincian anggaran, mitra industri, maupun standar kompetensi lulusan yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan sekolah vokasi tersebut. Minimnya transparansi ini menjadi catatan penting mengingat tujuan utama program adalah mencetak tenaga kerja siap pakai.

Publik pun menunggu kejelasan langkah konkret UT dalam memastikan bahwa rencana ekspansi pendidikan vokasi ini tidak sekadar menjadi program ambisius, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja secara nyata.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.