Unusa Buka Dua PPDS, Target Tekan TBC-Stunting

oleh -125 Dilihat
oleh
Unusa Buka Dua PPDS, Target Tekan TBC-Stunting
Unusa resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi serta Pulmonologi
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi serta Pulmonologi sebagai langkah strategis memperkuat kesehatan ibu dan mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Peluncuran program dilakukan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra dan Universitas Hang Tuah, Sabtu (21/2/2026), sebagai bentuk sinergi antarperguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis di berbagai daerah.

PPDS Obstetri dan Ginekologi difokuskan pada tata kelola antenatal berbasis nutrisi janin. Pendekatan ini diarahkan menjadi instrumen utama dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi sejak dalam kandungan.

Sementara itu, PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi menitikberatkan pada penguatan penanganan penyakit paru, terutama tuberkulosis. Program ini dinilai krusial karena Indonesia masih menempati peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia.

Data menunjukkan Jawa Timur berada pada posisi kedua beban tuberkulosis nasional setelah Jawa Barat, sehingga peningkatan kapasitas dokter spesialis respirasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan laju penularan.

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menegaskan pembukaan dua program spesialis ini merupakan langkah konkret menjawab tantangan kesehatan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, kualitas kesehatan bangsa harus dijaga sejak masa kehamilan hingga usia lanjut.

Penguatan pendidikan spesialis di bidang kesehatan ibu dan penyakit respirasi disebut sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat dan diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup penduduk.

Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, dr. Handayani, menambahkan lulusan program ini dituntut responsif terhadap persoalan kesehatan publik dengan mengintegrasikan kompetensi klinis, nilai kemanusiaan, dan integritas moral dalam pelayanan medis.

Unusa menargetkan lahirnya dokter spesialis yang mampu memimpin transformasi layanan kesehatan nasional pada 2035, sekaligus memperkuat sistem pelayanan berbasis komunitas dengan dukungan teknologi kedokteran inovatif.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.