BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Volume sampah selama bulan Ramadhan di Kabupaten Bondowoso berpotensi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Kondisi tersebut mendorong komunitas peduli lingkungan Sarkaspace menghadirkan solusi pemilahan sampah melalui penyediaan drop box khusus botol dan gelas plastik.
Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dimanfaatkan Sarkaspace untuk mengedukasi masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Satu unit drop box sampah terpilah ditempatkan di kawasan Paseban Timur, tepatnya di sekitar bazar UMKM Ramadhan yang menjadi pusat aktivitas warga.
Ketua Sarkaspace, Ahmad Quraisy atau akrab disapa Uyes, menjelaskan drop box tersebut merupakan karya internal komunitas yang didesain berbentuk bulan sabit menyesuaikan nuansa Ramadhan. Masyarakat cukup memasukkan sampah botol atau gelas plastik ke lubang yang telah disediakan.
Menurutnya, fasilitas itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan, tetapi juga sebagai sarana edukasi langsung agar warga terbiasa memisahkan sampah berdasarkan jenisnya sejak awal.
Ia menilai, sebagian besar tempat sampah yang tersedia saat ini masih bersifat umum sehingga sampah tercampur dan menyulitkan proses pengolahan lanjutan. Padahal, pemilahan dari sumber menjadi kunci mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus membuka peluang nilai ekonomi melalui pengelolaan seperti bank sampah.
Permasalahan sampah di Bondowoso sendiri masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya volume limbah rumah tangga, keterbatasan fasilitas pengolahan, hingga kebiasaan masyarakat yang belum sepenuhnya melakukan pemilahan.
Di sisi lain, sejumlah inisiatif warga seperti pembentukan bank sampah, gerakan komunitas lingkungan, serta edukasi di sekolah mulai menunjukkan kontribusi nyata dalam membantu menekan jumlah sampah daerah.
Sarkaspace berharap momentum HPSN menjadi penguat kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar solusi berjalan berkelanjutan.
“Langkah kecil seperti memilah sampah ini sederhana, tetapi dampaknya besar bagi lingkungan,” ujar Uyes.
(Red-Garudasatunews)














