UMM Resmikan Pusat Studi Supply Chain Internasional

oleh -35 Dilihat
oleh
UMM Resmikan Pusat Studi Supply Chain Internasional
UMM Resmikan Pusat Studi Supply Chain Internasional
banner 468x60

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan solusi berbasis riset dengan meluncurkan Pusat Studi Supply Chain bertaraf internasional. Kehadiran pusat studi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan rantai pasok melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu serta memperkuat daya saing industri nasional hingga tingkat global.

MALANG, Garudasatunews.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan Pusat Studi Supply Chain bertaraf internasional sebagai bagian dari penguatan perannya sebagai Solution Center Excellence. Peresmian yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) tersebut menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pusat riset yang berfokus pada analisis sekaligus penyusunan solusi konkret terhadap berbagai persoalan rantai pasok (supply chain) di berbagai sektor.

Keberadaan pusat studi ini mengintegrasikan penelitian lintas disiplin ilmu agar hasil riset tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi dunia industri, masyarakat, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Ketua Pusat Studi Supply Chain UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, menegaskan bahwa pengelolaan rantai pasok telah menjadi faktor penentu keberhasilan organisasi maupun industri di era modern. Menurutnya, efisiensi distribusi barang dan jasa kini tidak lagi dapat dipandang dari perspektif lokal semata, melainkan harus mengedepankan pendekatan yang terintegrasi secara global.

Saat ini siapa yang bisa mengoptimalkan rantai pasoknya, maka dia yang akan menjadi pemenangnya. Kita tidak lagi hanya berbicara tentang local optimum, tetapi bagaimana mencapai global optimum melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi,” ujar Ilyas kepada beritajatim.com, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, Pusat Studi Supply Chain dirancang sebagai wadah kolaborasi multidisiplin dengan melibatkan berbagai program studi, di antaranya Teknik Industri, Manajemen, Agribisnis, Informatika, hingga Ilmu Kesehatan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kajian yang komprehensif sekaligus memperkuat kesiapan lulusan menghadapi tantangan industri modern.

Selain memperluas ruang kolaborasi akademik, pusat studi tersebut juga diarahkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai perkembangan sistem rantai pasok global sebelum memasuki dunia kerja.

Mahasiswa akan mendapatkan manfaat yang sangat besar, baik secara keilmuan maupun pengalaman. Kami berharap sebelum lulus mereka sudah memiliki insight mengenai perkembangan rantai pasok secara global melalui pusat studi ini,” lanjut Ilyas.

Dari sisi pengembangan riset, UMM juga memperluas jejaring kerja sama internasional dengan sejumlah perguruan tinggi bereputasi dunia. Kemitraan penelitian telah dibangun bersama Kyoto University Jepang serta National University of Singapore (NUS). Sementara itu, kolaborasi dengan Mahidol University Thailand telah menghasilkan keberhasilan memperoleh hibah penelitian internasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi UMM untuk meningkatkan kualitas riset, memperluas transfer pengetahuan, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam ekosistem penelitian global.

Wakil Rektor IV UMM Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengatakan bahwa pembentukan Pusat Studi Supply Chain juga bertujuan menyatukan berbagai kajian Center of Excellence (CoE) yang sebelumnya berkembang secara terpisah di masing-masing fakultas.

Menurutnya, integrasi tersebut akan memperkuat pengembangan kajian interdisipliner sehingga mampu menghasilkan inovasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui pusat studi ini kita bisa menyatukan berbagai kajian yang selama ini berjalan sendiri-sendiri sehingga kajian interdisipliner dapat berkembang. Harapannya, pusat studi ini bukan hanya menjadi pusat rujukan ketika orang berbicara tentang rantai pasok, tetapi juga mampu melahirkan inovasi bahkan program studi baru yang dibutuhkan bangsa,” ujar Salis.

Peresmian Pusat Studi Supply Chain menjadi salah satu langkah strategis UMM dalam memperkuat ekosistem riset berbasis kolaborasi lintas disiplin. Dengan dukungan jejaring internasional, pusat studi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang relevan terhadap kebutuhan industri, dunia usaha, dan pembangunan nasional tanpa mengabaikan pengembangan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.