UMM Didorong Buktikan Komitmen Pendidikan Nyata

oleh -29 Dilihat
oleh
UMM Didorong Buktikan Komitmen Pendidikan Nyata
Suasana upacara Hardiknas 2026 di UMM (Foto: Istimewa
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 pada Sabtu (2/5/2026) yang dirangkai dengan agenda “Pohon Harapan”. Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang penegasan komitmen kampus di tengah sorotan publik terhadap efektivitas kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan pendidikan nasional.

Agenda yang diinisiasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut dinilai sebagai langkah simbolik yang perlu diuji implementasinya. Di tengah berbagai tantangan kualitas pendidikan, kegiatan seremonial seperti ini kerap dipertanyakan dampak nyatanya terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan relevansi lulusan.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hardiknas harus menjadi refleksi serius, bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menekankan pentingnya transformasi kampus menjadi pusat layanan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret.

“Kampus harus menjadi service excellence hub, yakni institusi yang mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut membuka ruang evaluasi lebih jauh, terutama terkait sejauh mana konsep “service excellence” telah diterapkan secara konsisten di lingkungan kampus. Transparansi capaian dan indikator keberhasilan menjadi krusial untuk memastikan komitmen tersebut tidak berhenti pada tataran wacana.

Nazaruddin juga menegaskan arah pengembangan UMM sebagai center of excellence berbasis layanan, dengan fokus pada penciptaan solusi bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam melahirkan generasi inovatif yang mampu menjawab problem sosial.

“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inovatif,” tegasnya.

Di sisi lain, kritik terhadap dunia pendidikan tinggi yang kerap dianggap terlalu teoritis kembali mencuat. Nazaruddin menilai pendekatan akademik yang kaku justru berpotensi memperlebar jarak antara kampus dan kebutuhan riil masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UMM juga memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan berprestasi. Langkah ini disebut sebagai bentuk evaluasi internal, meskipun publik masih menunggu transparansi indikator penilaian yang digunakan dalam menentukan penerima penghargaan.

Rektor UMM turut menyoroti pentingnya pendidikan berbasis life skill dan kemampuan adaptif, bukan sekadar memenuhi kebutuhan pasar kerja. Ia menolak pendekatan sempit yang hanya berorientasi pada konsep “link and match”.

“Pendidikan harus menghasilkan individu yang memiliki life skill, kemampuan berpikir, serta kualitas intelektual,” jelasnya.

Terkait isu penutupan program studi yang minim peminat, Nazaruddin menegaskan bahwa seluruh bidang ilmu tetap memiliki relevansi. Ia menilai persoalan utama terletak pada kualitas proses pendidikan, bukan pada jumlah mahasiswa yang mendaftar.

“Setiap program studi tetap memiliki relevansi. Yang perlu diperbaiki adalah kualitas proses pendidikan,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, UMM berencana mengembangkan program studi baru berbasis inovasi lintas disiplin, termasuk energi terbarukan dan sains teknologi berbasis budaya. Namun, rencana ini juga menuntut kesiapan sumber daya dan kurikulum yang terukur agar tidak sekadar menjadi ekspansi administratif tanpa dampak signifikan.

Melalui momentum Hardiknas 2026, UMM berupaya menegaskan posisinya sebagai institusi yang berorientasi pada inovasi dan solusi. Meski demikian, publik akan terus menilai sejauh mana komitmen tersebut terealisasi dalam bentuk kebijakan dan hasil nyata di lapangan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.