UMKM Dibidik Serap Rp18 Triliun Haji

oleh -141 Dilihat
UMKM Dibidik Serap Rp18 Triliun Haji
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah RI, Prof. Dr. Jaenal Effendi
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Pemerintah mulai menggenjot ekspor produk UMKM ke Arab Saudi untuk merebut potensi belanja jemaah haji yang nilainya menembus Rp18 triliun. Langkah ini ditempuh agar arus uang haji tidak terus mengalir ke luar negeri, tetapi kembali menggerakkan ekonomi nasional.

Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah menyiapkan ekspor 22 jenis bumbu nusantara, jutaan paket makanan siap saji (ready to eat/RTE), hingga terobosan baru berupa ekspor beras surplus Indonesia ke Saudi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Prof. Dr. Jaenal Effendi, menegaskan selama ini keuntungan ekonomi haji justru lebih banyak dinikmati negara lain. Pemerintah kini ingin UMKM Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok konsumsi jemaah.

“Selama ini potensi itu dinikmati Thailand, Filipina, Australia, bahkan Malaysia. Ke depan, sebagian besar harus kembali ke masyarakat Indonesia lewat UMKM yang kita dorong ekspor ke Saudi,” ujar Jaenal di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa (27/1/2026).

Tahun ini, pemerintah menargetkan pengiriman lebih dari 400 ton bumbu khas Indonesia dan 3,9 juta paket makanan siap saji untuk kebutuhan jemaah, terutama saat puncak ibadah di Armuzna. Sebanyak 10 perusahaan bumbu dan 10 produsen makanan siap saji telah mengantongi izin Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Terobosan terbesar pada musim haji 2026 adalah rencana ekspor beras nasional. Dengan surplus panen raya sekitar 2 juta ton, pemerintah menyiapkan beras pulen Indonesia untuk menembus pasar Saudi yang selama ini dikuasai Thailand dan Vietnam.

“Sudah saatnya kita ekspor beras ke Arab Saudi, terutama untuk kebutuhan haji. Targetnya bisa berlanjut ke umrah, agar jemaah merasakan beras Indonesia yang pulen dan enak,” kata Jaenal.

Selain konsumsi, pemerintah juga membidik pasar oleh-oleh haji. Produk UMKM seperti kurma Pasuruan dan Lombok Utara, tasbih Jepara, hingga cokelat Garut akan dipasarkan melalui platform digital khusus. Jemaah dapat membeli oleh-oleh buatan Indonesia yang langsung dikirim ke rumah masing-masing.

“Kami kembangkan platform oleh-oleh haji. Jemaah pulang, barang sudah sampai di rumah. Ini cara baru mengangkat produk UMKM ke ekosistem haji,” pungkas Jaenal.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.