UK Petra Kembangkan Smart Edufarm Berbasis IoT di Wonocolo

oleh -32 Dilihat
oleh
UK Petra Kembangkan Smart Edufarm Berbasis IoT di Wonocolo
Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengembangkan sistem smart edufarm berbasis Internet of Things (IoT) dan energi terbarukan bersama Kelompok Tani SERPIS di Kelurahan Jemurwonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengembangkan konsep smart edufarm berbasis Internet of Things (IoT) dan energi terbarukan di kawasan SERPIS Kebun Kita, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengelolaan urban farming sekaligus menjadi sarana edukasi teknologi pertanian bagi masyarakat.

Pengembangan teknologi ini bukan sekadar menghadirkan sistem pertanian hidroponik, tetapi mengintegrasikan sejumlah perangkat agar proses perawatan tanaman dapat dilakukan secara otomatis dan dipantau dari jarak jauh. Sistem yang dikembangkan mencakup penyiraman otomatis, pengkabutan ruang greenhouse, pendeteksian kadar air pada bak hidroponik, serta pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Teknologi tersebut sebelumnya dikembangkan oleh dua mahasiswa Teknik Elektro UK Petra, Sih Kawuryan Yulianes Kufa dan Gregorio Diovani Wahanie. Keduanya mengerjakan proyek di SERPIS Kebun Kita, Jalan Jemursari V, kawasan fasum belakang SMAN 10 Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya.

Proyek yang menjadi bagian dari Leadership Enhancement Program (LEAP) dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) itu dikerjakan selama lima bulan, sejak Agustus hingga Desember 2021. Pengembangan dilakukan berdasarkan survei kebutuhan di lokasi agar teknologi yang dibuat dapat menyesuaikan kondisi kebun dan kebutuhan kelompok tani.

Dari sisi teknis, sistem tersebut terdiri atas lima rancangan utama. Di antaranya sistem PLTS, sistem penyiraman tanaman media tanah secara otomatis, sistem pengkabutan, pendeteksi kadar air pada bak hidroponik untuk dua greenhouse, serta aplikasi SERPIS berbasis Android yang berfungsi sebagai dashboard untuk mengontrol dan memonitor perangkat.

Kawasan SERPIS Kebun Kita sendiri memiliki luas sekitar 27 x 10 meter. Di dalamnya terdapat area bercocok tanam organik berukuran sekitar 6 x 4 meter serta dua greenhouse hidroponik dengan luas masing-masing sekitar 5,6 x 8 meter dan 4 x 8 meter.

Untuk mendukung pengembangan sistem tersebut, mahasiswa memperoleh bantuan dana dari kampus sebesar Rp10 juta. Dana digunakan untuk melakukan berbagai uji coba setelah sebelumnya dilakukan pemetaan kebutuhan di lapangan.

Pemanfaatan IoT membuat sejumlah proses yang sebelumnya membutuhkan pengawasan manual dapat dikendalikan melalui perangkat Android. Sistem memungkinkan penyiraman dan pengkabutan dilakukan secara otomatis, sementara kondisi tertentu dalam instalasi hidroponik dapat dipantau dari jarak jauh.

Inovasi tersebut mendapat perhatian karena urban farming di wilayah perkotaan menghadapi keterbatasan lahan sekaligus tuntutan efisiensi pengelolaan. UK Petra melalui program IoT-nya juga mencatat pengembangan teknologi urban farming di KRPL Serpis sebagai salah satu kegiatan penerapan IoT untuk masyarakat.

Pengembangan SERPIS juga tidak berhenti pada proyek mahasiswa. Data LPPM Petra menunjukkan program penerapan teknologi smart IoT dan energi terbarukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan melalui sistem biorasponik yang dikelola kelompok tani SERPIS kembali masuk dalam penerima pendanaan program tahun anggaran 2026.

Dengan demikian, pengembangan smart edufarm di Wonocolo memperlihatkan bagaimana teknologi IoT dan energi terbarukan dapat diarahkan untuk mendukung urban farming, pemberdayaan kelompok tani, sekaligus membuka ruang pembelajaran teknologi pertanian di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.