Uji Kesiapan Darurat, HCML Gelar Simulasi Krisis Skala Besar di GMS Pasuruan

oleh -52 Dilihat
oleh
IMG-20261023-WA0045
IMG-20261023-WA0045
banner 468x60

Pasuruan, Garudasatunews.id – Sebagai upaya mewujudkan kepedulian terhadap aspek keamanan dan keselamatan, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menyelenggarakan simulasi Large-Scale Emergency Exercise (LSE) yang sudah berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Dalam kegiatan ini melibatkan kantor Jakarta, kantor Surabaya, serta Gas Metering Station (GMS) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Latihan ini diikuti oleh Tim Tanggap Darurat atau Emergency Response Team (ERT), Tim Manajemen Darurat atau Emergency Management Team (EMT), dan Tim Manajemen Krisis atau Crisis Management Team (CMT). Departemen Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan atau Health, Safety, Security & Environment (HSSE) memfasilitasi kegiatan, dengan Oil Spill Response Limited (OSRL) bertindak sebagai pengamat.

 

“Simulasi ini mengangkat skenario gangguan keamanan di sekitar area fasilitas yang berkembang menjadi insiden keselamatan berupa kebakaran, sehingga memicu aktivasi bertahap mulai dari ERT di lokasi, EMT, hingga CMT. Seluruh kejadian dalam simulasi ini merupakan bagian dari latihan dan bukan peristiwa yang sebenarnya,” tutur Manager HSSE HCML, Soni Widodo.

 

Sebelum pelaksanaan LSE, HCML telah menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung di Jakarta, yaitu pelatihan Sistem Manajemen Insiden atau Incident Management System (IMS) 300 kemarin pada tanggal 12–13 Oktober 2026 dan penyegaran Manajemen Krisis dan Darurat atau Crisis and Emergency Management (CEM) pada 14 Oktober 2026 bagi EMT dan CMT. Pada hari yang sama, HCML juga mengadakan pengarahan LSE bersama para pemangku kepentingan di Pasuruan, yang dihadiri oleh ERT serta perwakilan pemadam kebakaran, rumah sakit, kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah.

 

Latihan LSE bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi kesiapan HCML dalam menghadapi keadaan darurat, efektivitas komunikasi — termasuk kepada media dan pihak eksternal lainnya — koordinasi antar pemangku kepentingan, serta proses pengambilan keputusan saat menghadapi skenario darurat besar. HCML turut mengundang Pemerintah Desa Semare, Pemerintah Kecamatan Kraton, dan perwakilan SKK Migas Jabanusa untuk berpartisipasi dalam simulasi ini. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi evaluasi guna menilai pelaksanaan dan menyusun langkah perbaikan yang diperlukan.

 

Sementara menurut Manager Kantor Wilayah dan Hubungan Eksternal HCML, Hamim Tohari, melalui simulasi ini pihaknya ingin memastikan kesiap siagaan dalam menghadapi keadaan darurat. Keterlibatan pihak eksternal tidak hanya membuat simulasi berjalan lebih realistis, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara HCML dengan pemerintah daerah, regulator, dan organisasi tanggap darurat.(Eben)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.