TTL-BRIN Sulap Pelabuhan Jadi Paru-Paru Hijau

oleh -86 Dilihat
oleh
TTL-BRIN Sulap Pelabuhan Jadi Paru-Paru Hijau
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus mempertegas posisinya sebagai pionir green port di Indonesia. Tak sekadar mengejar angka performa operasional, anak usaha Pelindo ini resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi untuk menginisiasi peningkatan keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan pada Rabu (22/4/2026).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat langkah transformasi pelabuhan hijau dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi untuk mengembangkan konservasi berbasis riset di kawasan pesisir pelabuhan, Rabu (22/4/2026). Kolaborasi ini menandai pergeseran strategi dari sekadar penghijauan simbolik menuju pendekatan ilmiah terukur di tengah tekanan aktivitas logistik yang kian padat.

Kesepakatan yang digelar di Kantor Utama TTL tersebut menitikberatkan pada integrasi teknologi dan riset dalam pengelolaan lingkungan. Fokus utama diarahkan pada penerapan eco-engineering, yakni pendekatan berbasis kajian ilmiah untuk menentukan jenis vegetasi dan pola pengelolaan ekosistem yang sesuai dengan karakter pesisir.

Program ini mencakup restorasi ekosistem melalui penguatan mangrove serta penanaman vegetasi penyerap polutan, pengembangan metodologi penghitungan emisi karbon berbasis vegetasi, hingga pemetaan zona konservasi prioritas di area pelabuhan. Langkah ini dinilai krusial untuk menguji sejauh mana komitmen industri pelabuhan terhadap agenda penurunan emisi dan keberlanjutan lingkungan.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menegaskan bahwa orientasi pelabuhan tidak lagi semata pada kinerja operasional, tetapi juga pada keseimbangan ekologis yang terukur dan berkelanjutan.

“Kami menargetkan pelabuhan yang tidak hanya efisien, tetapi juga mampu berkontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan melalui solusi berbasis riset,” ujarnya.

Di sisi lain, TTL mengklaim telah menerapkan sejumlah instrumen pengendalian polusi, salah satunya Terminal Booking System (TBS) yang mengatur kedatangan truk guna menekan antrean panjang. Sistem ini disebut efektif mengurangi emisi gas buang kendaraan, meski belum diungkap secara rinci besaran penurunan emisi yang dihasilkan.

Tim peneliti Kebun Raya Purwodadi juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas Greenhouse milik TTL yang difungsikan sebagai pusat pembibitan tanaman. Area ini menjadi basis produksi berbagai jenis vegetasi, termasuk tanaman penyerap polutan yang disebar di kawasan operasional pelabuhan.

Perwakilan tim peneliti, Titut Yulistyarini, menyatakan pihaknya akan melakukan kajian komprehensif untuk memastikan efektivitas program tersebut, termasuk menghitung potensi serapan karbon dari vegetasi yang ditanam.

“Kajian berbasis data menjadi kunci untuk menentukan jenis tanaman yang tepat serta mengukur dampaknya terhadap lingkungan pelabuhan,” tegasnya.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi uji nyata implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor kepelabuhanan. Namun, transparansi data dan hasil pengukuran di lapangan akan menjadi faktor penentu apakah inisiatif ini benar-benar berdampak atau sekadar menjadi proyek hijau tanpa akuntabilitas yang jelas.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.