Transaksi KDMP Jatim Tertinggi Nasional, Capai Rp17,45 Miliar

oleh -46 Dilihat
oleh
Transaksi-KDMP-Jatim-Tertinggi-Nasional-Capai-Rp1745-Miliar
Transaksi-KDMP-Jatim-Tertinggi-Nasional-Capai-Rp1745-Miliar
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Provinsi Jawa Timur mencatat nilai transaksi tertinggi secara nasional dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Berdasarkan data pada dashboard resmi simkopdes.go.id hingga 7 Juli 2026, nilai transaksi KDMP di Jawa Timur mencapai Rp17,45 miliar atau lebih dari separuh total transaksi nasional sebesar Rp30,06 miliar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa koperasi desa tidak hanya telah terbentuk secara administratif, tetapi mulai menjalankan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, tingginya nilai transaksi menjadi indikator meningkatnya perputaran ekonomi di tingkat desa.

“Alhamdulillah, Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan dapat diwujudkan melalui koperasi. Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Khofifah.

Data yang dipublikasikan melalui dashboard resmi program KDMP menunjukkan Jawa Timur menjadi kontributor terbesar terhadap total transaksi nasional hingga awal Juli 2026. Informasi tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan operasional koperasi setelah proses pembentukan kelembagaan di berbagai daerah.

Khofifah menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis desa. Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat aktivitas usaha koperasi.

Sebelumnya, Jawa Timur juga menjadi provinsi pertama yang menyelesaikan pembentukan badan hukum sebanyak 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurut pemerintah provinsi, pencapaian tersebut menjadi fondasi untuk mempercepat operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan.

Meski demikian, Khofifah menegaskan tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi mampu berkembang secara profesional, sehat, dan berkelanjutan. Fokus pengembangan tidak lagi hanya pada jumlah koperasi yang terbentuk, melainkan pada peningkatan kualitas layanan dan aktivitas usaha yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih membangun kemitraan dengan pelaku usaha lokal, seperti UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif. Kolaborasi tersebut diharapkan membentuk ekosistem ekonomi yang saling mendukung dan memperkuat daya saing desa.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis nilai transaksi koperasi akan terus meningkat seiring semakin optimalnya operasional KDMP di seluruh wilayah. Optimalisasi layanan dan penguatan usaha koperasi diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.