Tragedi Keracunan Massal: Ratusan Pelajar Sidoarjo Terdampak Program MBG

oleh -62 Dilihat
oleh
banner 468x60

SIDOARJO – garudasatunews.id, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo berujung petaka. Ratusan pelajar terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat dugaan keracunan massal usai menyantap hidangan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Kejadian ini langsung memicu keprihatinan publik terkait kelayakan dan kontrol kualitas makanan yang dibagikan kepada para siswa.

Insiden paling parah terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Suasana di lingkungan pesantren mendadak panik setelah ratusan santri secara bersamaan mengeluhkan mual, pusing hebat, dan muntah usai menyantap hidangan jatah MBG. Lokasi pesantren seketika berubah menjadi titik pusat evakuasi darurat, diiringi raungan sirene ambulans yang datang silih berganti.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, jumlah korban keracunan secara keseluruhan menembus angka lebih dari 500 orang yang tersebar di 19 lembaga pendidikan. Dari jumlah tersebut, Ponpes Manbaul Hikam mendominasi dengan sekitar 431 santri yang harus dievakuasi secara masif menggunakan armada kesehatan ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Selain di area pesantren, gelombang korban juga dilaporkan dari beberapa sekolah di sekitar kawasan Tanggulangin yang dipasok oleh dapur katering yang sama. Di antaranya meliputi para siswa dari SDN Kalitengah 1, SDN Kalitengah 2, SMP Tribakti, hingga SMP Muhammadiyah 8 yang turut mengalami gejala serupa dan memerlukan perawatan medis segera.

Tim medis dari berbagai puskesmas serta rumah sakit di Sidoarjo bekerja ekstra keras menangani para pelajar yang terus berdatangan dalam kondisi lemas. Penanganan darurat diprioritaskan pada pemberian cairan infus dan tindakan medis simtomatik guna menstabilkan kondisi fisik ratusan anak yang terdampak dehidrasi.

Buntut dari tragedi ini, pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan Sidoarjo dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung melakukan investigasi ketat ke lokasi dapur SPPG Kalitengah. Sampel sisa makanan, bahan baku, dan air bersih telah diamankan untuk diuji di laboratorium demi mengidentifikasi pemicu pasti kontaminasi tersebut.

Tanggapan keras atas musibah ini disampaikan oleh tokoh masyarakat Sidoarjo yang akrab dijuluki “Bupati Swasta”, Cak Jani (Sujani). Dalam acara Cangkrukan Rembuk Sworo yang digelar di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, pada 2 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, Cak Jani menumpahkan keprihatinannya di hadapan warga dan para wartawan yang hadir.

Dalam forum cangkrukan tersebut, Cak Jani menegaskan bahwa program pemenuhan gizi sejatinya berniat baik, namun kelalaian dalam pengawasan higienitas dapur penyedia berakibat fatal bagi keselamatan anak-anak. Ia mendesak pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk bertanggung jawab penuh, menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga pulih, serta mengaudit total seluruh vendor katering SPPG di Sidoarjo.

Dikonfirmasi terpisah “Pemkab dan BGN harus bertanggung jawab atas biaya perawatan para santri hingga pulih”.Tegas Jani, Kamis, (03/09/26).

Tragedi keracunan massal ini menjadi peringatan keras sekaligus bahan evaluasi mendasar bagi tata kelola program MBG di daerah. Publik kini menunggu penanganan tuntas, transparansi hasil uji laboratorium, serta sanksi tegas bagi pihak yang bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak pernah kembali terulang. ( Faisal )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.