SITUBONDO, Garudasatunews.id – Progres Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi), khususnya ruas Paiton–Besuki, memasuki tahap penentuan sebelum dapat dibuka dan digunakan masyarakat. Meski konstruksi ruas tersebut dilaporkan telah rampung, pengoperasiannya masih bergantung pada penyelesaian proses Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO) dan pemenuhan seluruh persyaratan keselamatan.
Ruas Paiton–Besuki sepanjang sekitar 25,6 kilometer merupakan bagian penting dari pembangunan Tol Prosiwangi yang ditargetkan memperkuat konektivitas wilayah tapal kuda Jawa Timur. Namun, selesainya pekerjaan fisik belum otomatis berarti jalan tol dapat langsung dibuka untuk lalu lintas umum.
Informasi perkembangan proyek menunjukkan Seksi 3 Paiton–Besuki masih berada dalam tahapan pengujian kelayakan fungsi dan operasi. Tahapan tersebut menjadi salah satu proses penting untuk memastikan infrastruktur, fasilitas pendukung, serta aspek keselamatan telah memenuhi standar sebelum izin pengoperasian diterbitkan.
Sebelumnya, pembukaan ruas Paiton–Besuki sempat diproyeksikan berlangsung pada Juli 2026. Namun, jadwal tersebut mengalami penyesuaian karena masih terdapat sejumlah tahapan yang harus diselesaikan, termasuk proses pemeriksaan dan penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Kasatlantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan sebelumnya menyampaikan bahwa operasional jalan tol tidak dapat dilakukan sebelum seluruh persyaratan kelayakan dipenuhi.
Menurutnya, SLO merupakan salah satu syarat utama sebelum ruas jalan tol dibuka secara resmi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang dibangun memenuhi standar keselamatan dan kelayakan fungsi bagi pengguna jalan.
Kondisi tersebut menempatkan proses administrasi dan pengujian teknis sebagai faktor utama yang menentukan kapan ruas Paiton–Besuki benar-benar dapat dioperasikan secara penuh. Dengan kata lain, masyarakat masih harus menunggu hasil akhir proses kelayakan, meski pembangunan fisik telah menunjukkan perkembangan signifikan.
Di sisi lain, sejumlah seksi awal Tol Prosiwangi dilaporkan telah memenuhi tahapan kelayakan tertentu. Namun, keterhubungan operasional antarruas juga berkaitan dengan kesiapan simpang susun dan titik konektivitas strategis yang menghubungkan jalur tol baru dengan jaringan jalan tol yang telah beroperasi.
Evaluasi kelayakan terhadap infrastruktur tersebut menjadi penting karena pembukaan jalan tol tidak hanya berkaitan dengan target penyelesaian proyek, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan. Setiap catatan hasil pengujian harus diselesaikan sebelum pengoperasian dilakukan secara komersial.
Bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Probolinggo hingga Situbondo, kepastian pembukaan ruas Paiton–Besuki menjadi perhatian karena jalan tol tersebut diharapkan mempercepat mobilitas orang dan distribusi barang. Infrastruktur ini juga diproyeksikan memperkuat akses menuju kawasan Situbondo dan Banyuwangi.
Hingga seluruh proses ULFO dan persyaratan kelayakan dinyatakan tuntas, belum ada kepastian final mengenai tanggal pembukaan penuh ruas Paiton–Besuki. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil pengujian serta pemenuhan standar yang ditetapkan pemerintah.
Dengan demikian, pertanyaan mengenai kapan Tol Prosiwangi ruas Paiton–Besuki dibuka masih bermuara pada satu faktor utama: penyelesaian seluruh tahapan kelayakan dan keselamatan. Publik kini menunggu kepastian resmi setelah proses tersebut dinyatakan selesai.
(Red-Garudasatunews)














