Terjerat Kemarau Panjang: 4 Bulan Krisis Air, Warga Langsar Sumenep Terpaksa Beli Air Pikapan.

oleh -24 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261006-WA0004

​SUMENEP, Garudasatunews.id — Dampak kemarau panjang semakin dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Krisis air bersih yang meluas memaksa warga di sejumlah wilayah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian mereka.

​Salah satu wilayah terdampak parah adalah Desa Langsar, Kecamatan Saronggi. Warga setempat mengaku harus berjuang melawan krisis air bersih yang telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan.

​Merespons kondisi kritis tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur bersama Baznas Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Langsar pada Senin (5/10/2026). Aksi kemanusiaan ini digelar melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kodim 0827/Sumenep, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, turut hadir dan turun langsung di lapangan untuk memimpin pendistribusian air kepada warga.

​Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan wujud kepedulian bersama dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.
​“Kami dari Baznas Sumenep bersama Baznas Jawa Timur, Bapak Bupati, BPBD, dan Dinas Sosial turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Langsar,” ujar Ahmad Rahman.

​Warga Terpaksa Merogoh Kocek untuk Air Bersih

​Menurut Ketua RT 13 Desa Langsar, Masdarun, kelangkaan air bersih sudah melanda pemukimannya sejak Juli 2026. Demi memenuhi kebutuhan memasak, minum, mandi, dan sanitasi rumah tangga, warga terpaksa membeli air dari pihak ketiga. Kondisi ini kian membebani perekonomian warga di tengah lonjakan kebutuhan selama musim kemarau.

​“Warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak bulan Juli lalu. Untuk memenuhi kebutuhan harian, warga terpaksa membeli air seharga kurang lebih Rp80 ribu per mobil pikap,” ungkap Masdarun.

​Kehadiran bantuan pasokan air gratis ini menjadi angin segar bagi warga yang selama beberapa bulan terakhir harus mengeluarkan biaya ekstra demi mendapatkan air bersih.

​Jangkau Wilayah Kepulauan

​Ahmad Rahman memastikan bahwa program pendistribusian air bersih tidak berhenti di Desa Langsar. Pihaknya berkomitmen untuk menyisir wilayah-wilayah lain di Kabupaten Sumenep yang masih dilanda krisis air, termasuk kawasan kepulauan.

​“Kami akan terus melanjutkan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air. Wilayah kepulauan juga menjadi perhatian utama kami, karena masyarakat di sana turut merasakan dampak kekeringan yang cukup berat,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.