Tangis Istri Yang Sedang Hamil 7 Bulan Pecah Saat Jenazah Suaminya ABK KM Virgo Tiba di Pamekasan

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Nurul Riyan Hidayat (33), warga Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada Rabu (16/9/2026).

Jenazah Nurul Riyan, salah satu korban meninggal dunia dalam insiden terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Kalimantan Selatan, tiba di rumah duka sekitar pukul 10.59 WIB.

Tangis keluarga pecah saat ambulans yang membawa jenazah almarhum tiba. Di antara keluarga yang larut dalam kesedihan, sang istri, Azimatul Munirah (Nining), tak kuasa menahan tangis.

Dalam kondisi tengah mengandung tujuh bulan, Nining berulang kali memanggil sang suami sembari mengelus perutnya.

Jenazah Nurul Riyan sebelumnya diterbangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Setibanya di bandara, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans melalui jalur darat menuju Pamekasan.

Sejumlah pejabat daerah juga hadir di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Di antaranya Penjabat Bupati Pamekasan, Sekretaris Daerah (Sekda), sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), BPBD, serta jajaran kepolisian.

ABK Sekaligus Tim Medis :
Nurul Riyan diketahui bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) sekaligus tim medis KM Virgo Transport 8. Ia menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam musibah kapal terbalik yang terjadi di perairan Kalimantan Selatan pada Minggu (13/9/2026).

Kepergian Nurul Riyan menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Almarhum meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung tujuh bulan dan seorang anak yang masih berusia sekitar 1 tahun 7 bulan.
“Anak pertama masih kecil, istrinya juga sedang hamil,” kata ipar korban, Nurhidayati Rahmah (Yatik).

Nurul Riyan diketahui telah menjalani profesi sebagai pelayar selama sekitar lima tahun. Namun, ia baru sekitar tiga bulan bergabung dengan KM Virgo Transport 8.

Selama bekerja sebagai pelayar, almarhum disebut rutin mengambil jatah pulang sekitar satu pekan dalam sebulan. Kepulangan tersebut menjadi waktu yang dinantikan keluarga, terlebih saat istrinya tengah menunggu kelahiran anak kedua mereka.

Kini, rencana untuk menyambut kelahiran sang buah hati harus dilalui keluarga tanpa kehadiran Nurul Riyan.
“Dua bulan lagi istrinya melahirkan,” pungkas Yatik. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.