SURABAYA, Garudasatunews.id – Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa terus diperluas hingga perairan Kabupaten Sumenep dan Kepulauan Masalembu. Langkah ini dilakukan setelah sebanyak 129 penumpang dan awak kapal masih belum ditemukan hingga hari ketiga operasi pencarian.
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur mengerahkan empat kapal patroli beserta puluhan personel untuk memperkuat operasi Search and Rescue (SAR) yang melibatkan berbagai unsur gabungan. Perluasan area pencarian dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus laut ke wilayah perairan Jawa Timur.
Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara mengatakan tim SAR telah diterjunkan sejak informasi kecelakaan kapal diterima pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Personel dibekali perlengkapan pendukung seperti alat selam, pelampung, masker, dan armada patroli guna mempercepat proses pencarian serta evakuasi korban.
Berdasarkan data terbaru, dari total 243 orang yang berada di atas kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Dari jumlah itu, 108 korban berhasil diselamatkan, sementara enam lainnya ditemukan meninggal dunia. Sisanya, sebanyak 129 orang, masih dalam pencarian.
“Penyisiran diperluas hingga perairan Sumenep dan Masalembu demi mengantisipasi korban yang terbawa arus ke arah Jawa Timur,” kata Arman.
Perluasan radius pencarian juga sejalan dengan strategi operasi SAR yang membagi wilayah pencarian ke dalam sejumlah sektor. Basarnas sebelumnya memperluas jangkauan pencarian dari sekitar 2.600 mil laut menjadi 4.600 mil laut guna meningkatkan peluang menemukan korban yang masih hilang di sekitar perairan Masalembu, Laut Jawa.
Selain fokus pada pencarian di laut, aparat kepolisian juga memperkuat dukungan di darat. Polda Jawa Timur membuka Posko Pengaduan dan Disaster Victim Identification (DVI) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Posko tersebut digunakan untuk mengumpulkan data antemortem korban, termasuk ciri fisik, pakaian terakhir, hingga dokumen identitas yang nantinya dicocokkan dengan data korban yang ditemukan.
Di wilayah Sumenep, aparat kepolisian juga menyiagakan sejumlah posko terpadu untuk mendukung koordinasi pencarian dan menerima informasi dari masyarakat maupun keluarga korban. Langkah ini dinilai penting mengingat kawasan Masalembu menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam perluasan area penyisiran.
Hingga saat ini, operasi pencarian masih menghadapi tantangan kondisi cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi di kawasan Laut Jawa. Meski demikian, tim SAR gabungan menyatakan akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menemukan para korban yang masih hilang.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar hanya mengakses informasi dari sumber resmi serta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Keluarga yang merasa anggota keluarganya berada dalam manifes KM Virgo Transport 8 diminta segera mendatangi posko terpadu untuk membantu proses identifikasi dan pendataan korban.
(Red-Garudasatunews)













