Tabrakan Bus-Truk Tol Pasuruan, Dugaan Kelalaian Sopir

oleh -40 Dilihat
oleh
Tabrakan Bus-Truk Tol Pasuruan, Dugaan Kelalaian Sopir
Bus yang mengalami kecelakaan di tol Gempol - Pasuruan, Minggu (26/4/2026)
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Kecelakaan maut antara bus antarkota dan truk bermuatan pakan ternak di ruas Tol Gempol–Pasuruan, Minggu pagi (26/4/2026), mengungkap dugaan kuat kelalaian pengemudi yang berujung pada belasan korban luka serius. Insiden di KM 807 Jalur A itu memicu kepanikan massal di dalam bus yang tengah melaju menuju arah timur.

Benturan keras terjadi saat bus menghantam bagian belakang truk di lajur lambat. Dampaknya, bagian depan bus ringsek parah hingga menjepit sejumlah penumpang di kursi baris depan. Proses evakuasi berlangsung dramatis ketika petugas PJR Ditlantas Polda Jatim bersama pengelola tol harus mengevakuasi korban dalam kondisi terhimpit badan kendaraan.

Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim, AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, mengungkapkan indikasi awal kecelakaan mengarah pada faktor kelalaian pengemudi bus. “Pengemudi diduga tidak menjaga jarak aman sehingga terjadi tabrakan belakang,” ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan potensi pelanggaran standar keselamatan berkendara di jalan tol.

Data di lapangan mencatat sedikitnya lima penumpang mengalami luka berat, termasuk korban dengan cedera serius hingga putus pergelangan kaki. Tim medis memberikan penanganan darurat di lokasi sebelum merujuk korban ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Sementara itu, tujuh penumpang lainnya mengalami luka ringan dan trauma akibat benturan keras.

Korban luka berat diidentifikasi berasal dari berbagai daerah, di antaranya Tangerang, Purwakarta, Klaten, serta penumpang lain yang mengalami kondisi kritis. Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Grati untuk mendapatkan penanganan lanjutan, sementara penumpang selamat diamankan dari lokasi kejadian.

Penelusuran kronologi mengungkap bus yang melaju dari Tangerang menuju Denpasar diduga berpindah ke lajur kiri secara mendadak untuk mendahului kendaraan lain. Pada saat bersamaan, truk bernomor polisi DK 8484 VO berada di jalur tersebut dengan kecepatan stabil, sehingga tabrakan tidak terhindarkan. Dugaan manuver berisiko ini kini menjadi fokus penyelidikan aparat.

Pihak kepolisian telah mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti untuk pemeriksaan teknis lebih lanjut, termasuk kemungkinan faktor kelelahan pengemudi maupun kelayakan armada. Kasus ini kembali menyoroti lemahnya disiplin keselamatan di jalan tol, terutama pada angkutan umum yang membawa banyak penumpang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.