Surplus APBD Gresik Rp362 Miliar, Aset Naik Rp7,83 Triliun

oleh -43 Dilihat
oleh
Surplus APBD Gresik Rp362 Miliar, Aset Naik Rp7,83 Triliun
Surplus APBD Gresik Rp362 Miliar, Aset Naik Rp7,83 Triliun
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melaporkan surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp362,99 miliar. Selain itu, nilai total aset daerah tercatat mencapai Rp7,833 triliun hingga akhir tahun anggaran, berdasarkan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang disampaikan kepada DPRD Kabupaten Gresik.

Data tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Gresik terkait penyampaian nota keuangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu (10/6/2026).

Dalam pemaparannya, Bupati yang akrab disapa Gus Yani menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban APBD dengan berpedoman pada prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, serta akuntabilitas sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

“Kami berupaya memastikan seluruh proses pengelolaan keuangan daerah berjalan tertib, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab sesuai amanat peraturan perundang-undangan,” ujar Gus Yani di hadapan peserta rapat paripurna.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp3,808 triliun atau 98,58 persen dari target Rp3,863 triliun. Pendapatan transfer masih menjadi sumber utama penerimaan daerah dengan kontribusi Rp2,333 triliun atau 61,26 persen dari total pendapatan.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp1,475 triliun atau 38,73 persen dari keseluruhan pendapatan daerah. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi PAD yang terus menjadi salah satu indikator penguatan kapasitas fiskal daerah.

Di sisi pengeluaran, realisasi belanja daerah tercatat Rp3,445 triliun atau 87,33 persen dari pagu anggaran sebesar Rp3,945 triliun. Belanja operasi masih mendominasi struktur pengeluaran dengan nilai Rp2,411 triliun atau sekitar 70 persen dari total realisasi belanja.

Namun demikian, realisasi belanja modal tercatat sebesar Rp284,13 miliar atau 60,61 persen dari target yang telah ditetapkan. Angka tersebut berpotensi menjadi salah satu fokus evaluasi DPRD dalam pembahasan lanjutan terkait efektivitas pelaksanaan program pembangunan dan percepatan infrastruktur daerah.

Selisih antara pendapatan dan belanja menghasilkan surplus APBD sebesar Rp362,99 miliar. Setelah memperhitungkan pembiayaan netto sebesar Rp89,07 miliar, Pemerintah Kabupaten Gresik mencatatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp452,07 miliar.

Dari sisi neraca keuangan, total aset daerah hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp7,833 triliun atau meningkat sekitar 8,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp7,244 triliun.

Peningkatan juga terjadi pada ekuitas daerah yang mencapai Rp7,559 triliun atau tumbuh 5,46 persen dibandingkan tahun 2024. Adapun kewajiban daerah tercatat sebesar Rp274,29 miliar.

Gus Yani menilai capaian tersebut dapat menjadi dasar dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gresik.

“Diharapkan seluruh capaian pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah ini menjadi bahan evaluasi bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin akuntabel dan transparan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir menyatakan bahwa nota pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 akan memasuki tahapan pembahasan berikutnya melalui penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran daerah.

“Setelah pertanggungjawaban laporan anggaran tahun 2025, nantinya kami bawa ke pandangan umum fraksi dalam waktu dekat,” katanya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.