Surabaya Siaga Super Flu, Warga Diminta Waspada

oleh -165 Dilihat
Surabaya Siaga Super Flu, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) kewaspadaan dini terhadap penyakit Super Flu sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan Pemkot mencermati perkembangan epidemiologi nasional hingga akhir Desember 2025 yang mencatat 62 kasus Super Flu di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur.

“Super Flu disebabkan virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang lebih cepat menular dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat dibanding flu musiman. Karena itu, kewaspadaan dini sangat penting,” kata Lilik, Selasa (27/1/2026).

Gejala Super Flu muncul secara mendadak, ditandai demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, nyeri otot dan sendi hebat, lemas berat, sakit kepala intens, serta gangguan pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering berkepanjangan.

Penularan terjadi melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, juga lewat kontak langsung seperti berjabat tangan, maupun sentuhan pada permukaan benda yang terkontaminasi virus.

“Interaksi sederhana sehari-hari bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan,” ujarnya.

Pemkot meminta masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah, tempat kerja, dan ruang publik.

“Gunakan masker di kerumunan, terapkan etika batuk dan bersin, rajin cuci tangan dengan sabun, serta jaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Warga juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan asupan gizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, istirahat cukup, serta konsumsi vitamin sesuai kebutuhan. Menghindari kontak erat dengan orang bergejala influenza menjadi langkah pencegahan penting.

“Jika mengalami gejala flu, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat dan jangan mengobati sendiri tanpa pengawasan tenaga medis,” tandas Lilik.

Kepala OPD, camat, dan lurah diminta aktif menyosialisasikan imbauan ini di wilayah masing-masing dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, dan Kader Surabaya Hebat (KSH), sekaligus memantau kondisi kesehatan warga secara berkelanjutan.

“Dengan langkah terpadu, kami berharap warga semakin sadar pentingnya pencegahan dan bersama-sama melindungi Surabaya dari ancaman Super Flu,” pungkasnya.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.