STP Tanam 3.750 Pohon, Tebar 50.000 Benih Ikan di Banyuwangi

oleh -32 Dilihat
oleh
STP Tanam 3.750 Pohon, Tebar 50.000 Benih Ikan di Banyuwangi
Pelepasan benih ikan dan penanaman pohon di Kecamatan Songgon, Banyuwangi.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – PT Suri Tani Pemuka (STP) menanam 3.750 bibit pohon pinus dan menebar 50.000 benih ikan lele lokal di kawasan hulu Sungai Badeng, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Kamis (27/8/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem sungai dan kawasan hulu.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Suwiss Sungai Badeng itu melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya BKSDA Wilayah V Banyuwangi, Perhutani, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suwiss, serta Pemerintah Desa Sumberbulu.

P&GA Manager Aquafeed STP Tasdikin mengatakan, kegiatan konservasi tersebut merupakan agenda rutin perusahaan yang dijalankan setiap tahun. Menurutnya, penanaman pohon dan pelepasan benih ikan merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan.

“Kami ingin terus berkontribusi menjaga kesehatan alam. Ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap sustainability dan ke depan akan terus kami jalankan setiap tahun,” kata Tasdikin.

Di Banyuwangi, STP menanam 3.750 pohon pinus di kawasan hulu. Penanaman tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan daya serap air sekaligus mengurangi potensi erosi. Sementara itu, penebaran 50.000 benih ikan ditujukan untuk membantu pemulihan ekosistem perairan Sungai Badeng.

Secara nasional, kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman lebih dari 35.000 pohon yang dilakukan STP di sejumlah wilayah operasional, termasuk Purwakarta, Gresik, Banyuwangi, Singaraja, Barru, dan Serdang Bedagai.

Namun, keberhasilan program konservasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam atau benih ikan yang dilepas. Keberlanjutan kawasan hulu juga bergantung pada kemampuan menjaga vegetasi, kualitas sungai, serta keterlibatan masyarakat dalam merawat lingkungan setelah kegiatan berlangsung.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan upaya konservasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Menurutnya, masyarakat di kawasan hulu perlu memahami pentingnya menjaga sungai dan vegetasi di sekitar daerah aliran sungai agar sumber daya alam tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Manusia ini penting. Ketika masyarakat di daerah hulu tidak mengerti tentang konservasi, maka upaya menjaga lingkungan tidak akan maksimal. Karena kolaborasi ini sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, KS Hukum Kepatuhan Agraria dan Komper Perhutani Banyuwangi Eko Hadi Prasetyo menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan konsep pengelolaan hutan berkelanjutan. Pengelolaan kawasan, menurutnya, tidak semata berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan ekologis dan masyarakat.

“Ini selaras dengan tujuan kami dalam rangka sustainable forest management, artinya mengelola hutan yang berkelanjutan, bukan hanya mengejar profit, tapi juga mengedepankan ekologi, dan melibatkan masyarakat,” katanya.

Kegiatan penanaman pohon dan penebaran benih ikan di hulu Sungai Badeng tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi perusahaan, pemerintah, pengelola kawasan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Tantangan berikutnya adalah memastikan ribuan bibit pohon dapat tumbuh dan benih ikan mampu beradaptasi sehingga manfaat ekologisnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.