Soroti Kebakaran di Kangayan, DPRD Sumenep Minta Pemkab Prioritaskan Armada Darurat Pulau.

oleh -29 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id — Insiden kebakaran yang menghanguskan puluhan sepeda motor warga di area parkir umum Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan, memantik sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Sumenep. Kejadian ini dinilai menjadi bukti nyata masih minimnya fasilitas penanganan kondisi darurat di wilayah kepulauan.

Wakil Ketua DPRD Sumenep, H. Dul Siam, mendesak pemerintah daerah untuk menjadikan musibah ini sebagai momentum evaluasi mendasar. Pemkab Sumenep diminta memperkuat sarana dan prasarana (sarpras) kedaruratan, terutama untuk kawasan kepulauan yang selama ini dinilai rawan dan minim penanganan.

“Kejadian ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian dan kepekaan sosial pemerintah. Sarana kedaruratan di kepulauan harus ditingkatkan, mulai dari mobil pemadam kebakaran, ambulans darat, hingga ambulans laut,” tegas Dul Siam, Jumat (21/8/2026).

Politisi PKB tersebut menegaskan, keterbatasan sarpras kedaruratan di wilayah kepulauan merupakan persoalan berulang. Sebelumnya, peristiwa serupa juga pernah menimpa warga di Kepulauan Sapeken, di mana pemukiman warga gagal diselamatkan akibat ketiadaan alat pemadam yang memadai.

Dul Siam menekankan agar Pemkab Sumenep tidak berlindung di balik alasan efisiensi anggaran untuk menunda pengadaan fasilitas vital tersebut. Menurutnya, pemenuhan sarpras darurat murni bergantung pada komitmen dan goodwill para pembuat kebijakan.

“Efisiensi bukan alasan untuk mengabaikan fasilitas kedaruratan. Ini soal goodwill. Jika memang peduli, pemerintah tinggal mengalihkan (reallocating) anggaran dari kegiatan rutin yang tidak mendesak,” ujarnya.

Kebakaran hebat tersebut melalap puluhan kendaraan milik warga Desa Tembayangan dan Cangkramaan. Karena keterbatasan akses jalan menuju pemukiman, warga terpaksa memarkirkan kendaraan mereka di area terbuka tersebut.

Salah seorang warga setempat, Rahman, mengungkapkan kepasrahan warga saat melihat kendaraan mereka ludes dilalap si jago merah tanpa bisa melakukan pemadaman secara optimal.

“Minimnya fasilitas pemadam kebakaran di Kepulauan Kangean memperparah dampak kejadian ini. Hal ini makin mempertegas ketimpangan infrastruktur kedaruratan antara wilayah daratan dan kepulauan di Sumenep yang terus berulang,” pungkas Rahman. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.