Solar Subsidi Langka dan Mahal di Pulau Mandangin, Pemkab Sampang Imbau Nelayan Urus Rekomendasi.

oleh -38 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​SAMPANG, Garudasatunews.id — Nelayan di Desa Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, mengeluhkan kelangkaan dan melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Kondisi ini memicu pembengkakan biaya operasional dan mengancam aktivitas melaut warga setempat.

 

 

​Salah seorang nelayan lokal, Moh Agusrul, mengungkapkan bahwa harga solar eceran di wilayahnya kini menembus Rp11.500 per liter dari harga normal sebelumnya sebesar Rp8.500 per liter.

​”Akibat kelangkaan ini, aktivitas kami jadi tersendat. Meski mahal, kami terpaksa tetap membeli karena melaut adalah satu-satunya mata pencaharian kami,” ujar Agusrul, Jumat (26/6/2026).

 

 

​Menurut Agusrul, untuk sekali melaut ia membutuhkan sedikitnya 35 liter solar. Dengan kenaikan harga ini, modal yang harus ia siapkan melonjak dari kisaran Rp.279 ribu – Rp300 ribu menjadi lebih dari Rp.400 ribu. Durasi melaut yang panjang mulai pukul 03.00 WIB hingga malam hari membuat pasokan solar menjadi hal yang krusial.

​”Kalau BBM kurang, kami memilih tidak berangkat. Kami khawatir mesin mati di tengah laut kalau dipaksakan,” tambahnya. Ia pun berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian khusus bagi pemenuhan BBM di Pulau Mandangin.

 

 

​Merespons keluhan tersebut, Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Sampang, Abdi Barri Salam, menegaskan bahwa pasokan solar subsidi ke setiap SPBU sebenarnya masih sesuai dengan kuota yang ditetapkan, sehingga secara sistemis tidak terjadi kelangkaan.

​Barri menduga, kendala yang dialami para nelayan disebabkan oleh belum kepemilikan surat rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sampang sebagai syarat mutlak penebusan BBM bersubsidi.

 

 

​”Nelayan yang kesulitan kemungkinan besar belum mengurus surat rekomendasi tersebut. Padahal, mereka sebenarnya sudah mengetahui persyaratan administrasi yang harus dilengkapi,” jelas Barri.

 

 

​Pihak Pemkab Sampang pun mengimbau para nelayan untuk segera melengkapi dokumen dan mengurus surat rekomendasi ke Dinas Perikanan agar pemenuhan kebutuhan solar untuk melaut dapat kembali berjalan lancar.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.