Skandal PNS Palsu Gresik, Jaringan Terendus

oleh -18 Dilihat
oleh
Skandal PNS Palsu Gresik, Jaringan Terendus
Ilustrasi ratusan PNS dilingkup Pemkab Gresik saat menerima SK dari bupati
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Dugaan penipuan berkedok rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Gresik terbongkar setelah puluhan warga dilaporkan menjadi korban. Praktik ilegal ini menjanjikan kelulusan sebagai aparatur sipil negara, namun berujung kerugian dan kekecewaan.

Kasus ini kini dalam penyelidikan intensif aparat kepolisian. Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menelusuri dugaan praktik penipuan yang diduga terorganisir.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Gresik terkait dugaan penipuan dengan modus penerimaan PNS,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Meski demikian, kepolisian belum membuka secara rinci perkembangan penyelidikan. Sejumlah data disebut telah dikantongi, namun masih dalam tahap pendalaman untuk mengungkap aktor utama dan kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

“Kami sudah mendapatkan beberapa data dan saat ini masih dalam tahap pendalaman,” tambahnya.

Polisi juga membuka ruang pelaporan bagi masyarakat yang merasa dirugikan. Langkah ini dinilai krusial untuk memetakan skala kasus serta mempercepat pengungkapan fakta yang selama ini tersembunyi.

“Silakan melapor jika merasa menjadi korban, agar bisa segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Kasus ini mencuat setelah seorang perempuan berinisial SE mendatangi Kantor Prokompim Setda Gresik pada Senin (6/4) dengan mengenakan seragam ASN. Ia mengaku hendak mulai bekerja dan membawa surat keputusan (SK) pengangkatan PNS tahun 2024.

Namun hasil verifikasi menunjukkan SK tersebut palsu. Temuan ini menjadi pintu masuk terbongkarnya praktik penipuan yang diduga telah berlangsung sistematis dan menjerat banyak korban tanpa disadari.

Hingga kini, aparat penegak hukum masih mengembangkan penyelidikan guna mengungkap pelaku utama serta menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas. Kasus ini sekaligus menyoroti lemahnya literasi masyarakat terhadap proses rekrutmen ASN serta celah yang dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.

**(Red-Garudasatunews)**

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.