Sistem AHWA Akan Diterapkan hingga Tingkat Ranting NU

oleh -20 Dilihat
oleh
Sistem AHWA Akan Diterapkan hingga Tingkat Ranting NU
Acara pembubaran panitia Muktamar ke-35 NU di halaman GSG Hasbullah Said PPBU Tambakberas Jombang, Kamis malam (10/9/2026).
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Keputusan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang yang menetapkan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai sistem pemilihan Rais Aam dan kepemimpinan organisasi tidak berhenti di tingkat pusat. Sistem tersebut dipastikan akan diteruskan dan menjadi rujukan hingga tingkat wilayah, cabang, serta ranting sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi.

 

Kebijakan tersebut muncul sebagai tindak lanjut dari keputusan forum tertinggi NU yang menyepakati penggunaan mekanisme AHWA dalam proses penentuan kepemimpinan. Dalam Muktamar ke-35 NU, sistem tersebut diterima melalui mekanisme organisasi yang sah dan menjadi salah satu keputusan strategis yang akan dijalankan secara berjenjang.

Penerapan AHWA hingga tingkat wilayah, cabang, dan ranting dinilai sebagai langkah untuk menyelaraskan pola kepemimpinan organisasi di seluruh tingkatan. Dengan sistem ini, proses penentuan pimpinan tidak semata bertumpu pada pemungutan suara langsung, tetapi melalui mekanisme musyawarah yang melibatkan para tokoh dan ulama yang memiliki otoritas dalam organisasi.

Sejumlah pengurus NU menilai keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi organisasi yang telah lama menjadi karakter khas Nahdlatul Ulama. Selain itu, penerapan berjenjang diharapkan mampu menciptakan keselarasan antara kebijakan tingkat pusat dan struktur organisasi di daerah.

Dari sudut pandang tata kelola organisasi, perluasan sistem AHWA juga menjadi tantangan tersendiri. Pengurus di tingkat wilayah dan cabang dituntut menyiapkan perangkat aturan teknis agar implementasi tidak menimbulkan perbedaan penafsiran di lapangan. Transparansi proses, sosialisasi kepada warga Nahdliyin, serta kepastian regulasi menjadi faktor penting agar keputusan muktamar dapat berjalan efektif.

Di sisi lain, pengamat organisasi keagamaan menilai penerapan sistem yang seragam hingga tingkat bawah dapat memperkuat konsolidasi internal NU. Dengan mekanisme yang sama, proses regenerasi kepemimpinan diyakini akan lebih terarah dan mengurangi potensi perbedaan prosedur antarwilayah.

Muktamar ke-35 NU sendiri menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait arah organisasi lima tahun ke depan. Salah satu keputusan yang paling menjadi perhatian adalah penggunaan mekanisme AHWA dalam proses penentuan kepemimpinan tertinggi NU, yang disepakati melalui forum resmi muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Dengan diteruskannya sistem AHWA hingga tingkat wilayah, cabang, dan ranting, NU menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola organisasi yang terintegrasi dari pusat hingga akar rumput. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menjaga kesinambungan nilai-nilai musyawarah yang menjadi bagian dari tradisi Nahdlatul Ulama.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.