Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumenep Terjunkan 1.536 Petugas, Sasar 408 Ribu Keluarga di Sumenep

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada Senin (15/6). Guna memastikan akurasi data di wilayah berjuluk “Kota Keris” ini, BPS mengerahkan ribuan petugas untuk melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

 

 

​Target utama SE 2026 di Kabupaten Sumenep terbilang masif, mencakup:

– ​408.561 Kartu Keluarga (KK)

– ​187.293 Titik Tempat Usaha

​Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengungkapkan bahwa demi menyukseskan agenda nasional ini, pihaknya telah menyiapkan armada lapangan yang solid dan terstruktur.

​”Kami menerjunkan total 1.536 personel, yang terdiri dari 182 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 1.354 Petugas Pendata Lapangan (PPL),” ujar Handoyo.

 

 

​Sebelum diterjunkan ke masyarakat, seluruh petugas telah melewati pelatihan intensif selama tiga hari. Handoyo menjamin bahwa seluruh personelnya kini telah menguasai konsep, definisi, serta metodologi pendataan modern berbasis digital.

​”Petugas tidak hanya dilatih secara teoretis mengenai tata cara wawancara dan pengisian kuesioner, tetapi juga telah mahir mengoperasikan aplikasi pendataan khusus melalui smartphone mereka untuk input data yang lebih cepat dan efisien,” jelasnya.

 

 

​Secara teknis, setelah menyelesaikan sesi wawancara, petugas akan melakukan geotagging berupa pengambilan foto bangunan, menandai lokasi, serta menempelkan stiker resmi SE 2026 sebagai bukti verifikasi.

 

​Kenali Ciri-Ciri Petugas Resmi :

​Untuk mengantisipasi penipuan dan memberikan rasa aman bagi warga, BPS Sumenep mengimbau masyarakat untuk mengenali atribut resmi petugas SE 2026 di lapangan:

1. ​Menggunakan rompi resmi SE 2026.

2. ​Membawa Surat Tugas resmi dari BPS.

3. ​Memakai tanda pengenal (ID card) fisik serta memiliki identitas digital.

​Manajemen BPS menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) bagi seluruh petugas demi menjaga kualitas data.

 

Di sisi lain, Handoyo juga mengetuk kesadaran masyarakat dan pelaku usaha untuk menyambut baik kehadiran petugas serta memberikan informasi yang jujur.

​”Dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten, hingga aparatur tingkat kecamatan dan desa sangat krusial. Mari kita kawal bersama pendataan ini agar melahirkan data ekonomi Sumenep yang akurat, mutakhir (up-to-date), dan berkualitas demi kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” pungkas Handoyo.(red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.