
SAMPANG, Garudasatunews.id – Fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Mandangin, Kabupaten Sampang, masih jauh dari kata ideal. Hingga saat ini, puskesmas tersebut menjadi satu-satunya di Sampang yang tidak memiliki tenaga perawat gigi.
Kondisi ini memaksa dokter gigi yang bertugas harus merangkap seluruh pekerjaan administrasi hingga tindakan medis seorang diri.
Kepala Puskesmas Mandangin, Rina Dwiyanti, mengungkapkan bahwa peran perawat gigi sangat krusial untuk menunjang operasional pelayanan. Idealnya, satu dokter gigi didampingi oleh satu perawat yang membantu persiapan alat, sterilisasi, hingga pencatatan medis pasien.
“Kadang dalam sehari kami menangani hingga 15 pasien, dan saya harus bekerja sendirian,” ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter gigi tersebut, Dikutip Radarmadura Senin (24/08/26)
Rina mengaku telah melayangkan usulan penambahan tenaga kesehatan (nakes) ke Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, namun hingga kini belum mendapat realisasi.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinkes KB Sampang, Dwi Herlinda Lusi Harini, membenarkan keterbatasan personel perawat gigi di wilayahnya. Menurutnya, minimnya jumlah lulusan dari akademi keperawatan gigi menjadi salah satu kendala utama.
Selain itu, kendala regulasi juga menghambat pemerataan nakes dari puskesmas lain. Nakes berstatus PPPK atau pegawai BLUD tidak bisa dipindah-tugaskan secara sembarangan karena sistem penggajian yang terikat pada masing-masing unit kerja.
“Tenaga berstatus BLUD atau PPPK tidak bisa asal dimutasi karena penggajiannya ditanggung oleh puskesmas asal,” terang Lusi. (Red-Garudasatunews)













