Seluruh Puskesmas Kota Malang Layani Tes HIV, Dinkes Catat 97 Kasus

oleh -18 Dilihat
oleh
Seluruh Puskesmas Kota Malang Layani Tes HIV, Dinkes Catat 97 Kasus
Puskesmas Gribig di Kedungkandang, Kota Malang.
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Seluruh 16 Puskesmas di Kota Malang kini telah melayani Voluntary Counseling and Testing (VCT) sebagai upaya memperluas deteksi dini kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Langkah tersebut dilakukan setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat 97 kasus HIV sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, sekaligus memperkuat strategi pemutusan rantai penularan melalui pemeriksaan sukarela terhadap masyarakat yang memiliki faktor risiko.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengatakan layanan VCT kini tersedia di seluruh Puskesmas yang tersebar di lima kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Klojen memiliki tiga Puskesmas, Blimbing empat Puskesmas, Sukun tiga Puskesmas, Lowokwaru tiga Puskesmas, dan Kedungkandang tiga Puskesmas.

“Kami sudah melakukan VCT melalui 16 puskesmas untuk menjaring masyarakat yang merasa bahwa dirinya memiliki risiko HIV,” ujar Husnul, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan data Dinkes Kota Malang, sebanyak 97 kasus HIV ditemukan selama Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 78 persen merupakan laki-laki, sedangkan 22 persen perempuan. Data tersebut juga menunjukkan sekitar 35 persen kasus berkaitan dengan kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL). Sementara kasus lainnya ditemukan pada kelompok wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna jarum suntik secara bergantian, serta ibu hamil.

Dinkes menegaskan, data epidemiologi tersebut digunakan sebagai dasar pelaksanaan penelusuran dan pengendalian penularan sesuai prosedur kesehatan masyarakat, bukan sebagai dasar pemberian stigma terhadap kelompok tertentu.

“Adanya kasus itu berarti ada sumber yang harus kami cari. Begitu ketemu kami sudah bisa memotong rantai penularan,” kata Husnul.

Menurutnya, masyarakat yang hasil pemeriksaannya dinyatakan positif HIV akan langsung mendapatkan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP). Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pasien menjalani kontrol kesehatan secara rutin serta mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) sesuai jadwal guna menekan perkembangan virus di dalam tubuh.

Selain terapi ARV, pasien juga menjalani pemeriksaan berkala, termasuk tes viral load setiap enam bulan sebagai indikator efektivitas pengobatan. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi kesehatan Orang dengan HIV (ODHIV).

“HIV memang harus dilakukan pengobatan seumur hidup. Pada saat pemeriksaan enam bulan sekali dilakukan pemeriksaan viral load di Puskesmas Dinoyo. Kalau viral load semakin kecil berarti salah satu indikator keberhasilan dalam pengobatan,” jelas Husnul.

Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko penularan HIV agar memanfaatkan layanan VCT di Puskesmas terdekat. Pemeriksaan dilakukan secara sukarela dengan menjaga kerahasiaan identitas pasien sesuai ketentuan pelayanan kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Upaya deteksi dini dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat penanganan, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta mencegah penularan HIV di masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.