Selepas TC, Bima Sakti Matangkan Taktik Persela

oleh -31 Dilihat
oleh
Selepas TC, Bima Sakti Matangkan Taktik Persela
Persela saat menggelar latihan di Lapangan Desa Kendalkemlagi.
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Persela Lamongan mulai memasuki tahapan penting dalam persiapan menghadapi kompetisi Championship 2026/2027. Setelah menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di Batu, Jawa Timur, tim asuhan Bima Sakti bersiap menggeser fokus dari pembentukan fisik menuju pematangan taktik dan permainan tim.

TC menjadi fase penting bagi Persela bukan hanya untuk meningkatkan kebugaran, tetapi juga menentukan komposisi skuad. Sebanyak 16 pemain sebelumnya masih mengikuti tahap seleksi akhir dan jumlah tersebut akan dikerucutkan menjadi 11 pemain. Bima menegaskan, performa selama TC menjadi salah satu pertimbangan menentukan siapa yang layak masuk skuad utama.

Selama berada di Batu, program tim memang lebih diarahkan pada peningkatan kondisi fisik. Faktor tersebut menjadi perhatian karena para pemain baru kembali dari masa jeda kompetisi yang cukup panjang. Bima menyebut sebagian pemain mengalami penurunan massa otot sehingga program fisik menjadi prioritas awal. Kondisi geografis Batu dengan udara sejuk dan dataran tinggi juga dipandang mendukung peningkatan daya tahan pemain.

Namun, setelah fondasi fisik dibangun, tantangan Persela berikutnya adalah menerjemahkan kebugaran tersebut ke dalam permainan yang lebih terstruktur. Pemahaman antarpemain, organisasi permainan, transisi, serta penerapan strategi menjadi pekerjaan berikutnya bagi Bima sebelum tim memasuki persaingan resmi.

Sebelum TC, Persela telah melakukan tes fisik untuk memperoleh data awal kemampuan setiap pemain. Tes tersebut mencakup daya ledak otot kaki, kelincahan, kecepatan hingga daya tahan. Hasilnya disebut cukup memuaskan karena mayoritas pemain mampu mencapai target yang telah ditetapkan tim pelatih.

Dari sisi komposisi, Persela juga mulai membentuk kerangka skuad. Sejumlah pemain baru telah bergabung, termasuk tiga pemain asing asal Brasil, Daniel Goncalves, Caique Souza, dan Juninho Cabral. Kehadiran pemain dengan latar belakang berbeda membuat proses membangun chemistry menjadi salah satu aspek yang harus segera diselesaikan sebelum kompetisi bergulir.

Persela juga menghadapi tuntutan regulasi Championship 2026/2027 yang mewajibkan setiap tim memainkan empat pemain regulasi pada babak pertama. Karena itu, pemilihan pemain dan pematangan pola permainan tidak semata berkaitan dengan kualitas individu, tetapi juga bagaimana komposisi tersebut dapat memenuhi kebutuhan taktik sekaligus regulasi kompetisi.

Langkah Persela menunda fokus pada pertandingan uji coba juga menunjukkan bahwa Bima Sakti tidak ingin terburu-buru mengejar hasil sebelum fondasi tim terbentuk. Setelah program fisik dan evaluasi selesai, tim akan memasuki tahap berikutnya dengan mengukur kembali perkembangan kebugaran pemain sebelum menghadapi agenda kompetitif.

Dengan demikian, selepas TC, pekerjaan Persela justru memasuki fase yang lebih menentukan. Bima Sakti harus memastikan peningkatan fisik selama pemusatan latihan dapat diterjemahkan menjadi kekompakan, disiplin posisi dan efektivitas taktik. Tahap ini akan menjadi ukuran awal apakah Persela benar-benar siap bersaing di Championship 2026/2027 atau masih membutuhkan pembenahan sebelum kompetisi dimulai.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.