Buka Turnamen Mini Soccer U-13, Bupati Sumenep Tegaskan Pentingnya Pembinaan Sepak Bola Sejak Dini

oleh -19 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261001-WA0011

​SUMENEP, Garudasatunews.id — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai langkah strategis menyiapkan talenta muda daerah menuju jenjang profesional.

​Hal tersebut ditegaskan Bupati saat membuka turnamen mini soccer U-13 di Stadion Ahmad Yani, Kamis (1/10/2026). Kompetisi ini diikuti oleh 23 tim perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Sumenep.

​Achmad Fauzi menekankan bahwa turnamen usia dini bukan sekadar ajang berburu gelar juara atau mencetak gol, melainkan fondasi penting dalam membina karakter serta mentalitas generasi muda melalui olahraga.
​”Bagi saya, mini soccer ini bukan hanya sekadar siapa yang menang, siapa yang mencetak gol, atau siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui olahraga sepak bola,” ujar Achmad Fauzi.

​Ia pun meminta seluruh peserta bertanding secara optimal dengan membakar semangat juang tanpa mengesampingkan nilai-nilai sportivitas. Menurutnya, rasa takut akan kekalahan harus dikikis karena keberanian untuk berproses merupakan bagian esensial dari pembinaan.

​”Jangan takut kalah. Yang paling penting adalah berani bermain, berani berusaha, dan terus belajar menjadi lebih baik. Jangan ada gesekan, jangan ada perkelahian. Ini sepak bola,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Bupati menilai pembinaan berbasis sekolah dasar sangat krusial dalam membentuk kestabilan teknik maupun karakter pemain. Mengingat pembentukan kualitas pemain membutuhkan proses panjang, talenta potensial yang muncul dari kategori U-13 akan terus dipantau secara berjenjang.

​”Pemerintah daerah hari ini memang berpikir serius bagaimana agar generasi muda dari U-13 ini meskipun memang mini soccer harapannya nanti ada bibit-bibit yang berpotensi menjadi atlet sepak bola yang ke depannya bisa diandalkan,” lanjut Fauzi.

​Ia menambahkan, keterlambatan pembinaan akan menyulitkan proses pengasahan bakat dan mental bertanding atlet di masa depan. Oleh sebab itu, Pemkab Sumenep telah merancang skema pembinaan berkelanjutan dari tingkat dasar hingga kategori umur yang lebih tinggi.

​”Kalau tidak kita persiapkan dari tingkat SD, secara kemampuan dan karakter dalam bermain itu agak susah dibentuk dalam pembinaan. Maka yang kita harapkan dari SD sudah mulai ada pesepak bola yang bisa kita bina ke depannya untuk jangka panjang. Tahun ini kita coba jenjangkan, dari mini soccer U-13 terus sampai U-17. Harapannya memang muncul pemain-pemain yang sangat siap di Kabupaten Sumenep untuk terus diperhatikan secara profesional,” terangnya.

​Turnamen mini soccer U-13 ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga babak final. Bupati berharap seluruh rangkaian kompetisi dapat berjalan lancar serta menjadi bagian terintegrasi dari pembangunan ekosistem sepak bola berkelanjutan di Kabupaten Sumenep. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.